' Sidak Komisi C DPRD ke Indocement Dikritisi - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Sidak Komisi C DPRD ke Indocement Dikritisi

Sidak Komisi C DPRD ke Indocement Dikritisi

Written By dodi on Thursday, September 6, 2012 | 8:00 AM


KAB BOGOR (LJ)- Sikap pro rakyat anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bogor yang bersedia turun kelokasi Kampung Kamurang Desa Citeureup, Kecamatan Citeureup dan PT Indocement Tbk untuk mengecek dugaan pencemaran udara patut diapresiasi. Namun sangat disayangkan, niat baik para wakil rakyat itu dilakukan setelah kondisi atau situasi di perkampungan Kamurang sudah tak lagi diguyur debu hitam.

Bahkan, kunjungan Komisi C DPRD ke lokasi pabrik semen menimbulkan pertanyaan besar, karena hanya didampingi aparat pemerintahan setempat, mulai dari kecamatan maupun desa tanpa kehadiran warga yang selama ini dipaksa menghirup dan membersihkan debu hitam tersebut.

Seperti dikatakan Ketua LSM Komite Pemantau Pembangunan Kabupaten Bogor, Arthur Herman S, dirinya merasa heran terhadap kunjungan Komisi C itu. Pasalnya, rombongan Komisi C hanya datang ke lokasi pabrik Indocement tanpa mendatangi lokasi perkampungan warga Kamurang yang menjadi korban pencemaran udara.

"Bagaimana ini, masa wakil rakyat tidak turun mengecek lokasi kampung yang diduga tercemari udara dari Indocement, malah langsung kelokasi pabrik. Mau tahu gimana kondisi sebenarnya kalau turun ke lokasi juga enggak. Hanya mendengarkan keterangan sepihak dari manajemen Indocement," tegasnya kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Selain itu, Arthur mengungkapkan, harusnya ada dari perwakilan warga yang ikut bermusyawarah dengan pihak perusahaan saat dewan mendatanginya. Sebab yang tahu dan merasakan terjadinya pencemaran itu bukan mereka (dewan,red) tetapi warga sekitar pabrik. "Tak tahunya mereka malah nyelonong kesana tanpa memberitahukan warga. Tahu-tahu pulang bawa bingkisan saja, saya kira sidak itu main-main saja," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bogor, Wawan Risdiawan, menjelaskan dari hasil petemuan dengan pihak perusahaan, kalau debu hitam yang selama ini dikeluhkan warga Kamurang bukan berasal dari cerobong pabrik, melainkan dari kendaraan truk yang diparkir disekitar area pabrik. "Ya, kami dari Komisi C mendengarkan pernyataan dari pihak perusahaan seperti itu," ujarnya.

Wawan menambahkan, pihak Indocement pun telah meminta maaf bilamana debu yang berasal dari truk-truk Indocement itu mengotori pemukiman warga di Kampung Kamurang dan wilayah sekitar pabrik. "Mereka sudah meminta maaf karena ada debu yang mengotori pemukiman warga dari areal pabrik. Tapi memang, kondisi di sekitar pabrik pasti ada debu, jadi tak bisa dihindari," katanya.

Sebelumnya, Kepala Subid Pengendalian Pencemaran pada Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Bogor, Sugeng Suwandi mengaku sudah melakukan pengecekan kelokasi kedua RT di Kampung Kamurang untuk mengetahui kondisi sebenarnya. Ia pun menjelaskan telah mengambil sampel debu yang dikeluhkan warga tersebut. "Untuk hasilnya sendiri baru akan diketahui satu minggu lagi setelah dilakukan uji laboratorium," akunya. DED

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger