' SENI DOGJINGPRAK MERIAHKAN KIRAB SENI BUDAYA JABAR - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » SENI DOGJINGPRAK MERIAHKAN KIRAB SENI BUDAYA JABAR

SENI DOGJINGPRAK MERIAHKAN KIRAB SENI BUDAYA JABAR

Written By dodi on Friday, September 28, 2012 | 7:00 AM

Seni helaran Dogjingprak, Gubrag dan Badungkol akan memeriahkan Kirab Seni Budaya Jawa Barat yang akan digelar di Kotabaru Cikampek Kabupaten Karawang, Sabtu (29/9).

"Helaran akan dimeriahkan tiga seni dari wilayah Jabar bagian barat, Kirab Seni Budaya kali ini menampilkan ragam seni dari wilayah Melayu Betawi yang berkembang di kawasan Karawang, Bekasi, Bogor dan Depok," kata Kepala Bidang Kesenian dan Perfilman Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jabar, H Agus Endang Hanafiah di Bandung, Jumat.

Peserta Kirab Seni Budaya Zona Melayu Betawi ini yaitu, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Karawang.

Seni Gubrag merupakan kegiatan penduduk jaman dahulu di Cipining Cigudeg Kab. Bogor dalam upacara penghormatan pada Dewi Padi (Dewi Sri) yang telah mengalami Paceklik. Sedangkan Seni Badungkol memakai Bedug yang menjadi pelengkap instrumentalia dengan suara dan irama yang khas memberi nuasa berbeda ditabuh dengan nada yang beraturan membentuk musik tradisional menjadi lebih hidup.

Seni Dogjingprak merupakan gambaran kebahagiaan, keceriaan yang penuh dengan kebersamaan serta rasa syukur para gadis (mojang) pada saat sanak saudara berkumpul merayakan pesta panen.

Kota Depok, lanjut Agus, akan menampilkan pagelaran tiga kesenian yaitu Seni Ngarak Topeng, Seni Pencak Silat dan Seni Gambang Kromong. Seni Ngarak Topeng terinspirasi dari keberadaan Seni Tradisi Ondel-Ondel sehingga lahir sebuah kreativitas yang menghasilkan garapan seni yang unik, atraktif dan inovatif.

Sementara Seni Pencak Silat merupakan salah satu seni beladiri dengan gerak dan gaya yang khas serta atraktif.

"Seni Gambang Kromong merupakan kesenian khas masyarakat Kota Depok, dimana kota ini sebagai daerah transisi, karena keberadaannya berbatasan dengan ibukota Jakarta," kata Agus.

Kabupaten Bekasi, menurut Agus, akan menampilkan tiga Seni Helaran, Seni Ngarak Panganten, Seni Topeng Ajeng dan Seni Parade Garebug serta didukung oleh 100 seniman asal Kota Bekasi.

Seni Ngarak Panganten merupakan rangkaian upacara pernikahan dimana didalamnya mengandung simbol-simbol yang mengungkapkan sebuah pesan tentang seorang laki-laki yang harus bisa menuntun dan membimbing yang diaflikasikan dalam bentuk adu pantun dan adu jawara.

Kota Bekasi akan menampilkan helaran kesenian, Seni Tanjungan, Seni Tari Topeng Tunggal dan Seni Barongsay. Seni Tanjungan kepanjangan dari Tari Topeng dan Ujungan, dengan menampilkan drama komedi atau lawak yang mengambarkan tentang kehidupan masyarakat kecil di Bekasi.

Seni Tari Topeng Tunggal merupakan bagian dari pentas topeng cerita atau utuh seperti halnya tarian topeng ajeng atau tarian topeng lipet gandes yang dimainkan secara rampak berjumlah 3 sampai 5 orang.

Sementara tuan rumah Kabupaten Karawang yang akan menampilkan seni helaran Larung Bumi, Seni Munculnya Syiar Islam di Karawang dan Seni Gelar Peradaban Tarumanagara.

"Seni Helaran Larung Bumi merupakan rasa syukur masyarakat pesisir utara Kabupaten Karawang yang diungkapkan dalam sebuah pesta ritual Larung Bumi," katanya.

Pesta ini diawali dengan iring-iringan tandu kepala kerbau dan berbagai hasil bumi untuk dilarungkan ke tengah laut sebagai persembahan kepada penguasa air, angin, tanah, bumi, laut dan langit.

Sedangkan Seni Gelar Peradaban Tarumanagara lahir diperkirakan pada abad ke-1 sampai abad ke-4. Hal ini ditunjukkan dengan adanya penemuan Candi Jiwa dan Blandongan yang luasnya diperkirakan 500 ha. Dalam Kebesarannya, pada saat kejayaan Tarumanagara diwarnai dengan adanya pola kehidupan pertanian dan kelautan.
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger