' Sejumlah Sungai di Cirebon Alih Fungsi - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Sejumlah Sungai di Cirebon Alih Fungsi

Sejumlah Sungai di Cirebon Alih Fungsi

Written By Prast on Wednesday, September 5, 2012 | 4:43 PM

KAB. CIREBON (LJ) – Kebiasaan buruk masyarakat Kabupaten Cirebon yang selalu membuang sampah rumah tangga kelokasi sungai dimusim kemarau saat ini mengakibatkan terjadinya pencemaran udara maupun lingkungan, karena sekitar lokasi sungai terlihat kumuh dan bau. Hal itu bisa terlihat disejumlah lokasi Daerah aliran sungai (DAS) di wilayah Kabupaten Cirebon.

"Perilaku bersih masyarakat pantura Cirebon rendah, terutama tidak bisa menghilangkan kebiasaan membuang sampah di sungai," kata Yoyon Suharyono, Seketaris Komisi Konservasi Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Menurut dia, mereka (masyarakat,red) terbiasa membuang sampah sembarangan, termasuk di sungai. Sepanjang sungai Cipager dari tahun ke tahun tidak ada perubahan, bisa dlihat di bawah sebelah utara jembatan Gesik, Kecamatan Tengahtani DAS Cipager aliran sungai jadi lautan sampah.

Perilaku tersebut berbeda dengan masyarakat di daerah hulu yang sepertinya sudah terbiasa menjaga kebersihan lingkungan. Pada masyarakat pantura budaya bersih tidak ada, mereka cederung jorok dan itu mayoritas orang berpendidikan atau mengerti.
 
Namun, Yoyon mengakui, sumber mata air yang sebelumnya sebanyak 1500 buah di kaki Gunung Ciremai sekarang tinggal 52 buah, karena rusak diakibatkan galian C dan kebakaran hutan, perilaku manusianya di hulu juga punya andil memperparah kondisi lingkungan karena mereka menebang tanaman di hutan.

Sungai yang terlihat kotor, lanjutnya, seperti sungai banjir kanal atau yang dikenal Sungai Gunungsari diperbatasan kota dan kabupaten Cirebon.

"Selama lima tahun berturut-turut tidak ada perubahan perilaku, baik yang pernah kami lakukan dengan pemulung, tukang becak, tukang sampah, TNI, Pramuka dan serta Ibu-ibu PKK, semua seperti tidak ada hasilnya. Tentu saja kami sedih," papar Yoyon.
 
Yoyon menambahkan, meskipun dikawasan tersebut merupakan masyarakat yang mengerti, tetapi masih punya kebiasaan membuang sampah di sungai. Sementara kalau di DAS Cipager pembuang sampah kebanyakan pengusaha makanan. GYO/HEN (C.12)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger