' Reklame Bodong Biang Hilang PAD - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Reklame Bodong Biang Hilang PAD

Reklame Bodong Biang Hilang PAD

Written By Prast on Thursday, September 6, 2012 | 11:59 PM

ilustrasi
KAB CIREBON (LJ) - Maraknya reklame tak berijin atau liar di Kabupaten Cirebon dinilai biang hilangnya potensi PAD (Pendapatan Asli Daerah). Adanya hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon melalui Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD) berjanji akan lebih intensif lagi dalam berkoordinasi dengan SKPD (satuan Kerja Perangkat Daerah) lainnya untuk menertibkan reklame liar.
 
"Kita akui keberadaan reklame tak berijin salah satu potensi pajak yang hilang. Makanya kita akan meningkatkan koordinasi dengan Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) agar keberadaan reklame itu ditertibkan," ungkap Asep Dedi, Kepala DPPKD Kabupaten Cirebon kepada wartawan, kemarin.

Menurut dia, reklame tak mengantongi ijin pemasangan bisa terlihat dengan tidak adanya tanda stempel lunas pajak. Dan itu terdapat disekitar lokasi atau wilayah yang keberadaannya strategis.
 
"Sejauh ini kita belum mengetahui berapa pejak disektor reklame yang telah hilang dari pemasangan tak memiliki ijin. Sebab kita belum merinci dan menghitung jumlah reklame bodong itu," paparnya.

Asep mengatakan, dua bulan lalu pendapatan dari sektor retribusi juga sempat hilang. Hal itu disebabkan belum tuntasnya Perda retribusi yang baru.

Meski begitu, ia menyatakan, untuk PAD tahun 2012 sudah terrealisasi sekitar 52 persen dengan jumlah besaran Rp 73,5 miliar dari target Rp 140,5 miliar diakhir bulan Juli lalu. "Pencapaian target itu didapat dari sektor pajak daerah selama bulan Juli dengan realisasi 62 persen lebih dari target 40 miliar ditahun ini," paparnya.

Dari banyaknya sektor pajak yang bisa diambil menjadi PAD Kabupaten Cirebon, lanjutnya, yang terbesar diperloleh dari pajak BPHTB (Bea Pemilikan Hak atas Tanah Bangunan) sejak diserahkan pusat untuk dikelola ditiap daerah masing-masing.

"Disektor BPHTB inilah pajak daerah kita menjadi meningkat, dan sampai sekarang yang sudah terrealisasi sekitar 78 persen lebih. Nah target yang ditetapkan sebanyak Rp 15 miliar, tinggal sekitar Rp 4 miliar lagi," jelasnya. (GYO)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger