' PT. MKS Diprotes Warga Bantar Gebang - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » PT. MKS Diprotes Warga Bantar Gebang

PT. MKS Diprotes Warga Bantar Gebang

Written By Prast on Wednesday, September 5, 2012 | 6:19 PM

PT. MKS Diprotes Warga Bantar Gebang
BEKASI (LJ) - Keberadaan PT. Karya Mega Sarana (KMS) yang beralamat di Jalan raya Mustika Sari RT 02 RW 03 Kelurahan Bantar Gebang, Kecamatan Bantar Gebang, telah memalsukan tanda tangan milik warga setempat, untuk melengkapi perijinan lingkungan membuat warga sekitar menjadi berang.

Dengan kejadian itu, sedikit belasan warga RT 02 RW 03 mendatangi kantor Kecamatan Bantar Gebang untuk mengadu tentang pemalsuan tanda tangan milik warga oleh pihak PT. KMS, yang dihadiri oleh Lurah Bantar Gebang, Polsek Bantar Gebang dan Danramil, kemarin.

Ahmad, tokoh masyarakat setempat ketika ditemui LINGKAR JABAR mengatakan, warga ingin diberikan penjelasan masalah ijin lingkungan PT.KMS yang tidak jelas diantaranya pembebasan tanah pertama luas 5000 meter dan kedua luas 7000 meter.

"Kami ingin menanyakan masalah ijin lingkungan PT.KMS, untuk pembebasan tanah yang telah memalsukan tanda tangan milik warga. Dan kami butuh penjelasan petugas Bantar Gebang, dalam perijinan yang telah diberikan,"
ucap dia, usai menyampaikan aspirasi masyarakat.

Menurutnya, seharusnya sebelum berdiri proyek tersebut, pihak perusahaan harus datang kepada warga dan harus bermusyawarah terlebi dahulu. "saya menyesalkan tiba- tiba berdiri bangunan dan ijin lingkungannya bukan tanda tangan warga kami," kesalnya.

Sementara itu, menyikapi keluhan warganya sebagai ketua RW 03 Rahmat mengatakan, apa yang menjadi keluhan warga kami akan sampaikan kepada PT. KMS yang nantinya harus ada musyawarah mufakat. "Saya menyesali atas kelalaian masalah ijin lingkungan bagi PT.KMS sehingga akan berimbas seperti ini, dan saya meminta maaf kepada warga," bebernya.

Sedangkan, Adhitia selaku Manajer PT. KMS mengatakan, perusahaan ini, bergerak dibidang penggulungan kabel tembaga, dan limbahnya hanya bentuk potongan dari sisa proses penggulungan. "Jadi perusahan kami, sebelumnya sudah dilakukan pengecekan oleh BPPT, BPLH dan  Polsek Bantar Gebang serta pihak Kecamatan tentang permasalah proses operasi perusahaan yang tidak membahayakan ini," kata Adhitia kepada sejumlah warga yang hadir.

Menurut dia, pihaknya telah mengadakan musyawarah untuk mufakat mengenai berbagai masalah dengan warga. "Perusahan sudah  memberitahukan kepada warga tentang kebutuhan warga sekitar dengan sesuai kriteria persyaratan yang diminta oleh warga yang ingin bekerja," pungkasnya. (ADI)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger