' Polisi Serbu Mahasiswa Kapolres Cianjur Diadukan ke Kapolri dan Komnas HAM - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Polisi Serbu Mahasiswa Kapolres Cianjur Diadukan ke Kapolri dan Komnas HAM

Polisi Serbu Mahasiswa Kapolres Cianjur Diadukan ke Kapolri dan Komnas HAM

Written By dodi on Friday, September 28, 2012 | 7:00 AM

CIANJUR - Elemen masyarakat di wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meminta Kapolri Jenderal Timur Pradopo agar melakukan evaluasi berbagai tindakan represif jajaran Polres Cianjur terhadap aksi damai mahasiswa Cianjur yang berujung ricuh, Selasa (25/9) lalu. Tindakan represif aparat Polres Cianjur berpotensi pada terjadinya pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dan kebebasan berpendapat. Selain meminta intervensi Kapolri, elemen masyarakat Cianjur juga akan mengirim surat pengaduan ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Kepada wartawan, Kamis (27/9), Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Cianjur (YLBHC) O Suhendra mengatakan, perlu adanya evaluasi agar tidak terulang kembali insiden-insiden tindakan represif dan personalisasi institusi kepolisian yang acapkali terjadi. Tindakan tersebut berpotensi melanggar HAM serta kebebasan menyatakan pendapat sebagai nilai konstitusional yang harus dijamin dan dilindungi negara hukum modern.

"Kami menyayangkan terjadi kondisi seperti ini dimana mahasiswa yang menjadi kontrol sosial saat melakukan aksi damai jadi korban represif polisi. Ini suatu preseden buruk yang harus segera diperbaharui," kata Suhendra. Mahasiswa yang melakukan aksi damai, tambah Suhendra, diperlakukan seperti layaknya seorang pelaku kriminal. Hal ini juga mengindikasikan lemahnya manajemen konflik dan tidak pahamnya aparat kepolisian atas makna kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum.

Terkait dengan rencana mengirim surat Komnas HAM, YLBHC juga sedang menyiapkan berbagai berkas terkait tindakan represif aparat Polres Cianjur terhadap aktivis mahasiswa saat berunjukrasa sebagai bahan untuk pelaporan ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Tindakan represif polisi itu dinilainya sebagai perbuatan melanggar kebebasan berpendapat di muka umum.

Direktur LBHC Adi 'Otong' Supriyadi merasa aneh dengan tindakan represif aparat polisi. Padahal saat ini, mahasiswa tidak membawa atribut yang mengarah pada tindakan anarkistis. "Jadi satu pertanyaan besar, siapa yang mempersiapkan diri untuk melakukan kekerasan. Jika berbicara dalam konteks pemberitahuan, aktivis mahasiswa sendiri sudah mencantumkan item-item atribut apa saja yang akan dibawa. Sementara aparat polisi sendiri mempersenjatai diri," tegas Adi.

Dengan kondisi itu, kata Adi, tidak ada kata lain untuk segera melaporkan insiden tersebut ke Komnas HAM. Saat ini LBHC sedang mempersiapkan berkas pelaporannya, termasuk hasil visum empat orang aktivis mahasiswa yang sempat dipukuli aparat polisi. "Insya Allah hari Senin kita layangkan suratnya ke Komnas HAM," ujar Adi seraya menambahkan tindakan represif aparat kepolisian terhadap para aktivis mahasiswa akan menjadi preseden buruk.

Terkait hal itu, Polda Jabar akan menerjunkan tim ke Cianjur untuk melihat dan meneliti pelaksanaan pengamanan aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh. Terkait laporan yang akan disampaikan ke Propam Polda Jabar, pihaknya akan memberikan pelayanan terhadap pengaduan tersebut. "Terkait laporan yang akan disampaikan ke Propam, kita akan berikan pelayanan sebaik mungkin dengan cara menerima laporan tersebut,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul kepada wartawan, Rabu (26/9).

Selain menerima laporan pengaduan, katanya, pihaknya juga akan menerjunkan tim ke wilayah Cianjur. Tim diturunkan untuk meneliti dan melihat kenyataan yang terjadi di lapangan. Bahkan memproses yang salah jika ditemukan ada kesalahan. "Memproses yang salah bila ditemukan adanya pelanggaran disiplin dalam pelaksanaan tugas pengamanan wilayah,” imbuhnya.

Sementara itu, Polres Cianjur mempunyai versi lain pemicu terjadinya upaya represif aparat polisi terhadap mahasiswa Universitas Suryakancana (Unsur) Cianjur di Jalan KH Abdullah bin Nuh. Kasubag Humas Polres Cianjur AKP Achmad Suprijatna menuturkan pihaknya menerima surat pemberitahuan bakal adanya perwakilan mahasiswa berjumlah 20 orang yang akan beraudiensi terkait insiden di Bundaran Tugu Ngaos Mamaos dan Maenpo, Selasa (25/9) lalu.

Pihaknya pun sudah menyediakan tempat beraudiensi di Mapolres Cianjur. "Belum juga perwakilan mahasiswa itu tiba di Mapolres, kami menerima laporan adanya aksi perusakan fasilitas milik Polres oleh mahasiswa di Pos Polisi 8 Cepu," terang Achmad kepada wartawan, kemarin. Polres pun segera mengirimkan personel Sabhara menuju lokasi di Jalan Abdullah bin Nuh setelah terlebih dahulu melakukan cek dan ricek kebenaran laporan itu. Menurut Achmad, dari hasil cek dan ricek, memang adanya perusakan median jalan, rambu-rambu, serta perusakan barang bukti sepeda motor yang diparkir di Pos Polisi 8 Cepu. RUS/AGS

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger