' Petani Daerah Depok Memilih Lahan Sawah di Telantarkan - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Petani Daerah Depok Memilih Lahan Sawah di Telantarkan

Petani Daerah Depok Memilih Lahan Sawah di Telantarkan

Written By Prast on Wednesday, September 5, 2012 | 6:26 PM

ilustrasi
DEPOK (LJ) - Musim kemarau berkepanjangan di tahun 2012 ini bak malapetaka bagi para petani yang ada disekitar Kecamatan Bojongsari Kota Depok. Pasalnya, mereka lebih memilih kehilangan mata pencahariannya daripada memaksakan diri untuk terus bertani dengan kondisi sumber air yang sudah tak ada.

"Daripada kami memaksakan terus bertani dengan kondisi sulit air, lebih baik kami tunda saja bercocok tanamnya," ungkap Djamal (57), petani penggarap Kecamatan Bojongsari kepada wartawan, kemarin.

Ia mengatakan, kondisi air diwilayahnya kian semakin sulit didapat, jangankan untuk kegiatan bertani mencukupi kebutuhan rumah tangga saja sudah sangat terbatas. "Musim kering seperti ini, lebih baik lahan sawah kami biarkan saja tidak dimanfaatkan. Nanti kalau sudah pasokan air kembali ada, baru lahan itu digunakan kembali seperti semula," ujarnya.

Djamal mengaku, apabila petani yang ada diwilayahnya itu sudah dulu melakukan panen sebelum kondisi air mengering atau dua bulan lalu. Sedangkan dirinya termasuk petani terkahir setelah yang lainnya panen. "Makanya hampir semua petani disini sepakat akan menghentikan dulu menanam padi," paparnya.

Kondisi sama juga dirasakan petani lainnya, Maman (60), ia menjelaskan petani di wilayahnya melakukan pembagian shift dalam pengairan. Pada siang hari, aliran air diarahkan pada empang atau kolam ikan. Sementara pada malam hari, dialirkan untuk sawah.

Pembagian air juga dilakukan per wilayah. Misalnya saja setiap malam Sabtu dan malam Minggu, air dialirkan ke daerah Bojongsari, sementara hari lainnya ke Kecamatan Sawangan. Asman mengatakan, pembagian air berdasarkan waktu tersebut bertujuan untuk pemerataan air bagi petani di Depok. Meski agak sulit mendapatkan air, namun dengan pembagian air pada malam hari untuk sawah menurutnya cukup membantu petani.

Dia memprediksi kekeringan atau kesulitan air tersebut tidak berlangsung lama, seperti biasa saat musim penghujan air akan melimpah. “Ya memang sekarang air sulit, tapi nanti saat musim hujan air akan melimpah,” terangnya.

Ia berharap keberadaan sawah di Depok tidak tergerus oleh perumahan. Menurutnya, sebagai petani penggarap dia prihatin dengan alih fungsi lahan menjadi perumahan.

Tidak hanya di Bojongsari, kekeringan juga mulai melanda petani sayur di Limo. Dari pantauan sebanyak dua hektar lahan di Limo juga mengalami kekeringan, sehingga menyebabkan para petani sayuran mengalami gagal panen. (HRS)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger