' Pengunjung ke Mata Air Makin Banyak - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Pengunjung ke Mata Air Makin Banyak

Pengunjung ke Mata Air Makin Banyak

Written By Prast on Friday, September 7, 2012 | 5:30 PM

MAJALENGKA (LJ) - Lokasi mata air yang dipercaya bisa mengobati ragam jenis penyakit di area perkebunan Blok Alun Desa Pasirmuncang, Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka semakin banyak didatangi pengunjung. Bahkan warga yang datang untuk mengambil air tak hanya dari wilayah setempat, melainkan warga dari wilayah lainpun turut serta ingin merasakan khasiat mata air tersebut.

Darta (54), warga Desa Cipinang Kecamatan Rajagaluh dirinya merasa penasaran begitu mendengar kabar ada penemuan mata air yang bisa menyembuhkan penyakit tersebut. "Setelah mendengar kabar itu saya langsung datangi lokasi mata air ini," akunya kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Ia menjelaskan, kedatangannya itu bukan tanpa maksud ataupun tujuan, karena sudah lama dirinya menderita penyakit rematik yang sewaktu-waktu menyerang tubuhnya. iapun mengaku sudah sering berobat ke Puskesmas terdekat yang ada diwilayahnya, namun penyakit yang dideritanya tak kunjung sembuh.

"Ya, kalau obat warung sih hampir setiap kali terasa, pasti langsung meminumnya," ungkap bapak yang sudah memiliki tiga cucu itu.

Darta berharap setelah mengambil air dari lokasi mata air ini, penyakit yang menganggu aktivitasnya sebagai petani bisa segera sembuh. "Biar keluarga yang di rumah juga bisa minum air ini, saya membawa sebanyak lima botol untuk diisi air tersebut," jelasnya.

Pengakuan warga yang pernah mengonsumsi air barokah ini, bisa menyembuhkan beragam penyakit seperti sakit kepala, rematik, pusing, dan sebagainya. Bahkan, ada juga yang mengaku, jika anggota keluarga yang semula punya penyakit rematik dan lumpuh menahun, spontan pulih usai meminum dan mengoleskan air ke bagian tubuh yang sakit.

Sang pemilik lahan sekaligus penemu mata air itu, Sali (68) mengungkapkan, ditemukannya mata air ini dilakukan dengan tidak sengaja oleh kakek paruh baya. Menurutnya, air muncul begitu saja saat dirinya tengah mencangkul. Lokasi yang dicangkul pun, hanya berupa gundukan tanah datar pada sebuah dinding tebing kecil yang diatasnya terdapat beberapa batang pohon mangga besar dan pepohonan lainnya. (DAD)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger