' Pengadaan Vaksin Flu Burung Jangan Terhenti Oleh Proses Hukum - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Pengadaan Vaksin Flu Burung Jangan Terhenti Oleh Proses Hukum

Pengadaan Vaksin Flu Burung Jangan Terhenti Oleh Proses Hukum

Written By dodi on Wednesday, September 19, 2012 | 8:00 AM


BOGOR - Menteri Kesehatan (Menkes) Nafsiah Mboi memastikan bahwa proyek pengadaan vaksin flu burung harus terus berjalan. Sebab, jika proyek vaksin flu burung terhenti di tengah jalan, akan sangat berbahaya bagi masyarakat. Bila suatu waktu terjadi epidemi flu burung, maka banyak warga yang akan mati sia-sia.

"Pengadaan vaksin flu burung harus tetap lanjut, misalnya kalau pengadaan dihentikan jika terjadi epidemi flu burung, maka rakyat kita mati percuma," kata Nafsiah dalam keterangan persnya, Senin (17/9). Nafsiah menjelaskan, jika pengadaan vaksin dihentikan maka kerugian tidak hanya ada di pihak rakyat, tetapi negara juga akan sangat dirugikan karena kepercayaan masyarakat akan runtuh.

Menurutnya, Komisi IX DPR RI saat ini sedang membuat panitia kerja (Panja) untuk meneliti dan membahas kelangsungan pengadaan vaksin flu burung. Di luar itu, Panja juga akan membahas dugaan korupsi pengadaan flu burung. Panja tersebut telah dibentuk pada 3 September 2012 silam.

"Semua yang terlibat kan sudah menjadi tersangka. Sekarang yang paling penting adalah melihat ke depan, di mana pengembalian aset negara dan kelanjutan pengadaan vaksin (flu burung) untuk menyelamatkan rakyat dari epidemi flu burung yang kami prioritaskan," tambahnya.

Nafsiah menjelaskan, proses hukum bagi tersangka perkara dugaan korupsi proyek flu burung akan tetap bergulir. Kementerian Kesehatan (Kemenkes), lanjutnya, menyerahkan proses hukum tersebut sepenuhnya pada hasil penyidikan aparat penegak hukum. Pejabat Kemenkes yang tersandung perkara tersebut harus menjalani proses hukum sampai tuntas.

Baginya, yang diperhatikan oleh Kemenkes adalah pengembalian aset bangsa yang dirugikan oleh perkara penyalahgunaan wewenang tersebut. Sebelumnya, dalam perkara dugaan korupsi pengadaan vaksin flu burung, penyidik Bareskrim Polri telah menetapkan satu orang tersangka berinisial TPS selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) karena diduga melakukan tindak pidana korupsi.

Penyidik pun sudah melakukan langkah-langkah penggeledahan di PT Biofarma di Pasteur, Bandung, di PT Biofarma Cisarua Bandung, sebuah gudang di Buah Batu, Bandung, dan di sebuah laboratorium di sebuah Univesitas di Surabaya serta kantor Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Kementrian Kesehatan RI.

Selain itu, penyidik juga telah lakukan penyitaan terhadap sejumlah barang bukti, antara lain peralatan untuk produksi vaksin flu burung yang ada di PT Biofarma, perlatan untuk vaksin flu burung di Cisarua, peralatan untuk produksi vaksin yang ada di laboratorium di Universitas Airlangga, Surabaya, dan menyita uang hasil pengembalian Rp 224 juta dan USD 31 200. Semua yang disita sudah ditetapkan sebagai barang bukti. CPS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger