' Penderita Katarak Setiap Tahun Capai 240 Ribu Orang - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Penderita Katarak Setiap Tahun Capai 240 Ribu Orang

Penderita Katarak Setiap Tahun Capai 240 Ribu Orang

Written By dodi on Thursday, September 6, 2012 | 8:00 AM

BANDUNG - Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Mata di Indonesia, dr. Iwan Sovani mengungkapkan, setiap tahunnya di Indonesia insidensi penderita katarak diperkirakan mencapai 240.000 orang. Jumlah sebesar ini merupakan penderita baru, bukan pasien lama yang sudah dan belum ditangani.

“Jumlah 240.000 tersebut merupakan jumlah pasien baru, belum ditambah pasien yang lama yang belum ditangani. Selain itu penderita penyakit tersebut sebagian besar berada di daerah miskin dengan kondisi sosial ekonomi lemah,” papar Iwan saat ditemui wartawan saat berkunjung ke RS. Cicendo Bandung, Rabu (5/9).

Iwan menjelaskan, masyarakat Indonesia memiliki kecenderungan menderita katarak 15 tahun lebih cepat dibanding penderita di daerah subtropis. “Terdapat sekitar 16-22 persen penderita katarak di Indonesia yang dioperasi di bawah usia 55 tahun,” ujarnya.

Hal ini diduga berkaitan dengan faktor degeneratif akibat masalah gizi. Ditambahkannya, Sepertiga dari kebutaan di dunia berada di Asia Tenggara dan Indonesia merupakan negara yang paling banyak orang buta dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

"Bahkan, dengan angka kebutaan 1,5 persen dari populasi, angka kebutaan di Indonesia merupakan kedua tertinggi di dunia, di bawah Ethiopia. Hal ini jelas sangat memprihatinkan, karenanya butuh penanganan yang lebih serius dan intens oleh pemerintah dan berbagai pihak,” ungkapnya.

Sementara itu, dari total jumlah penduduk Jawa Barat sebanyak 43 juta jiwa, sebanyak 0,56% warga menderita penyakit mata katarak. "Dari total penduduk Jabar sekitar 43 juta itu sekitar 0,56% menderita katarak. Jumlahnya sekitar 246.406 jiwa," kata Kepala Dinas Kesehatan Jabar Alma Lucyati kepada wartawan belum lama ini.

Karenanya, Alma mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah peduli dan bersedia membantu penanganan masalah katarak di Jabar. Seperti Kodam III/Siliwangi dan Sidomuncul yang bersedia membantu operasi katarak untuk 1.000 pasien.

Sebab, lanjut, pengentasan penderita buta katarak itu tak bisa hanya mengandalkan dana dari pemerintah saja. "Untuk mempermudah, beberapa tahun terakhir ini kita melaksanakan program di Puskesmas. Petugas Puskesmas mencari warga di lingkungan yang menderita katarak. Satu tahun, pencarian itu dilakukan sebanyak dua kali," terang Alma.

Meski katarak merupakan penyakit degeneratif yang sangat dipengaruhi faktor usia, dia menganjurkan kepada warga untuk mengkonsumsi sayur dan buah-buahan sejak dini. "Soalnya, sayur dan buah itu secara medis bisa memperkuat mata agar tidak terjadi katarak," imbuhnya. COK/FER
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger