' Pemkab Cianjur Minta Tambahan Waktu Perekaman e -KTP - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Pemkab Cianjur Minta Tambahan Waktu Perekaman e -KTP

Pemkab Cianjur Minta Tambahan Waktu Perekaman e -KTP

Written By dodi on Friday, September 14, 2012 | 10:00 PM

CIANJUR (LJ) Pemerintah Kabupaten Cianjur akan mengajukan penambahan waktu perekaman data e-KTP lantaran khawatir tidak akan mencapai target 90% seperti yang ditetapkan pemerintah. Sebab, jika molor, maka anggarannya akan dibebankan ke APBD kabupaten.

Kepala Bidang Pendaftaran dan Informasi Kependudukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur Achmad Syamsudin mengatakan, perekaman data e-KTP ditargetkan bisa mencapai 90% pada minggu kedua bulan Oktober 2012. Namun pihaknya pesimistis target itu bisa tercapai mengingat berbagai kendala di lapangan.

“Salah satunya keterbatasan peralatan. Alokasi dari pemerintah pusat sebanyak 100 unit. Namun yang diterima sebanyak 64 unit. Makanya untuk mempercepat proses perekaman, kita meminjam 10 unit alat perekaman dari Cirebon,” katanya, Kamis (13/9).

Menurut Achmad, jika pada waktu yang sudah ditentukan pencapaian perekaman data e-KTP tak sesuai target, maka semua berkaitan anggaran dibebankan kepada APBD kabupaten. “Mengingat hal itu, kita berupaya mengusulkan penambahan waktu untuk menyelesaikan capaian target 90% itu. Karena terlalu berat jika harus menjadi beban anggaran pemkab,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendaftaran dan Informasi Kependudukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur, Achmad Syamsudin mengatakan, berdasarkan hasil pendataan, sembilan kecamatan yang sudah didroping e-KTP dari pemerintah pusat itu yakni Kecamatan Cugenang, Cipanas, Cikalongkulon, Sukanagara, Bojongpicung, Sukaluyu, Campaka Mulya, Leles, dan Cikadu. Namun hingga kini lembar e-KTP masih disimpan di masing-masing kecamatan, belum bisa dibagikan ke masyarakat wajib e-KTP.

"Untuk Kecamatan Cugenang ada 20.000 lembar e-KTP yang sudah dicetak, Cipanas sebanyak 15.000 lembar, sementara tujuh kecamatan lainnya belum bisa diketahui karena komputernya sedang bermasalah," kata Achmad, Kamis (13/9).

Achmad menuturkan, alasan belum dibagikannya lembar e-KTP itu selain menunggu keputusan dari pemerintah pusat, secara teknis terlebih dahulu harus dilakukan verifikasi ulang karena dikhawatirkan bisa tertukar dengan lembar e-KTP dari kabupaten/kota lainnya. Droping lembar e-KTP sendiri dilakukan langsung pemerintah pusat ke masing-masing kecamatan.

"Kita bisa kerepotan kalau tidak dilakukan verifikasi ulang. Kalau tertukarnya antarkecamatan sih tak ada masalah. Tapi kalau tertukarnya dengan kota/kabupaten lain bisa repot. Makanya nanti teknis pengambilan e-KTP tidak boleh diwakilkan," katanya. (RUS)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger