' Pembangunan wilayah III Bekasi, Sarat Penyimpangan - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Pembangunan wilayah III Bekasi, Sarat Penyimpangan

Pembangunan wilayah III Bekasi, Sarat Penyimpangan

Written By Prast on Thursday, September 6, 2012 | 10:16 PM

ilustrasi
KAB.BEKASI (LJ) - Terkait pengawasan serta kebijakan atas pekerjaan insfrastruktur pembangunan jalan lingkungan (Jaling) diwilayah III yang di Kepalai Dadang Tarmiji, selaku Kepala UPTD Cabang Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMDSDA) Kabupaten Bekasi, dari aspirasi Dewan yang dikucurkan melalui Anggaran Belanja Pendapatan Daerah (APBD) dikerjakan rekanan pemborong diduga asal-asalan.

Pekerjaan yang di lakukan rekanan pemborong di Wilayah III, Kecamatan Karang Bahagia, Kecamatan Cikarang Utara,Kecamatan Cikarang pusat, Kecamatan Cikarang Timur dan Kecamatan Kedung Waringin jauh dari normatif. Bahkan hampir semua pekerjaan dikerjakan banyak penyimpangan.

Pasalnya setiap pekerjaan yang di lakukan pemborong, tidak di awasi pada saat pelaksanaanya terkesan “Masa Bodo” dari pihak instansi terkait, terutama BMDSDA khususnya UPTD Wilayah III mencakup PPTK dan Pengawas selaku pungsional dalam hal pengawasan di suatu pekerjaan pembangunan jalan.

Dari hasil pantauan LINGKAR JABAR, dilokasi, salah satunya Jaling Kampung Paparean, Rt 010 RW 06, Desa Pasir tanjung, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi disinyalir sarat penyimpangan. Pasalnya saat pekerjaan dilaksanakan tidak memakai plastik atau tidak dipasang, itu akan mengurangi kekuatan mutu atau kwalitas beton. Karena plastis tersebut, dapat menahan air agar tidak menyerap ke dasar, melainkan dapat menahan air atau semen yang nantinya akan memperkuat adukan beton tersebut. Bahkan plastic tersebut, kegunaanya dapat dijadikan batas hasil kordil.

Selain itu juga, dari LPB (Lapisan Pondasi Bawah) tidak menggunakan beskos melainkan sirtu (Kelas C-red). Sedangkan doket atau surat jalan untuk alamat kirim dari plant tidak sesuai dengan alamat proyek jaling tersebut, melainkan alamat PT/pabrik yang ada di kawasan jababeka. Parahnya lagi pengecoran tersebut, baru satu minggu dikerjakan kondisinya sudah retak dan belah.

Sedangkan Pengawasan Dinas sendiri tidak berada dilokasi, tidak tutup kemungkinan dari rekanan pemborong tidak memberikan inpormasi akan dilaksanakanya pekerjaan jaling tersebut. Hal tersebut, akan dijadika kesempatan rekanan pemborong untuk melakukan kecurangan dalam pekerjaannya.
   
Kepala UPTD Cabang Dinas Wilayah III, Dadang saat di konfirmasi LINGKAR JABAR mengatakan, terkait PPTK serta pengawas yang diduga “Masa Bodo” dalam hal pengawasan terhadap suatu pekerjaan pembanguan jaling.

"Dalam hal pengawasan kami selalu berupaya maksimal,  dan senantiasa memberikan arahan serta himbauan terhadap bawahan dalam menjalankan pungsi serta tugasnya, dalam hal pengawasan di wilayah yang diawasi. Adapun beberapa pekerjaan jaling yang luput dari pengawasan akan di evaluasi kembali untuk hasil pekerjaanya," ucapnya. (SAM/WAY)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger