' Pembangunan RKB SDN Bina Budi Diduga Asal Jadi - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Pembangunan RKB SDN Bina Budi Diduga Asal Jadi

Pembangunan RKB SDN Bina Budi Diduga Asal Jadi

Written By dodi on Tuesday, September 18, 2012 | 8:00 AM

CIANJUR (LJ)- Mencerdaskan kehidupan bangsa, begitu lah amanat dari UUD’45 sehingga pemerintah selalu mengalokasikan dana untuk dunia pendidikan. Tetapi maksud baik pemerintah pusat ternyata disalah gunakan oleh oknum pendidik. Setidaknya terjadi di SDN Bina Budi Kecamatan Cipanas ini. Hal tersebut dikatakan Ketua Forum Masyarakat Cerdas Cianjur (FMC2), R. Saudin.

`Menurut Saudin, SDN Bina Budi adalah sekolah yang berada di Kecamatan Cipanas ini merupakan satu-satunya sekolah di Kabupaten Cianjur yang mendapatkan bantuan pembangunan ruang kelas baru yang digelontorkan dari APBN tahun 2011 senilai Rp 197 juta lebih.

“Sekolah tersebut termasuk terlambat dalam melaksanakan pembangunannya, seharusnya pembangunan dimulai tanggal 1 Agustus tetapi baru dilaksanakan dua minggu kemudian, dana sebesar itu diperuntukkan untuk membangun dua ruang kelas,”kata Saudin, kepada LINGKAR JABAR, Senin (17/9).

Dikatakannya, pembangunan dilakukan dengan system swakelola yang dasarnya harus dilaksanakan oleh komite pembangunan sekolah. “Bangunan yang terletak dibelakang sekolah ini, materi bangunan berupa besi ternyata tidak sesuai dengan RAB, karena besi yang digunakan disilang antara besi 12 dan besi 10, sehingga kualitas bangunan dikhawatirkan jelek,”tutur Saudin sambil memperlihatkan foto pembangunan.

Adanya penggunaan besi yang tidak sesuai dengan RAB, tentunya merugikan negara. Pasalnya, sekolah tersebut dibangun dengan uang negara, sehingga pelaksanaannya harus benar-benar maksimal. “Kami meminta Kementrian Pendidikan, dinas pendidikan dan penyidik segera memanggil oknum kepala sekolah tersebut, meski pembangunannya dikelola langsung dari pusat,”kata Saudin.

Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Bina Budi, Amsah, kepada LINGKAR JABAR, mengakui kalau pelaksanaan pembangunan terlambat dilakukan. “Waktu itu menjelang lebaran, sehingga saya malu menanyakan terus ke Bank bjb, apakah dana tersebut sudah cair apa belum,”kata Amsah beralasan.

Amsah menjelaskan, kalau pembangunana RKB ini langsung dari antor Kementrian Pendidikan, tanpa berkoordinasi dengan Disdik Kabupaten Cianjur. “Saya hanya menerima sms dan telepon yang mengaku dari kantor Kementrian Pendidikan, kalau sekolah saya mendapat bantuan dari pusat,”ujarnya.

Ketika ditanya masalah besi yang tidak sesuai dengan RAB, Amsah mengaku dia tidak tahu menahu masalah bangunan. “Saya tidak tahu soal pembangunan, saya cuma pesan kepada pelaksana agar mengutamakan mutu bangunan,”kata Amsah. (RUS)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger