' Pelaksanaan Pendidikan Dikritik, Bupati Purwakarta Nilai Perlu Ada Perubahan - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , , , , » Pelaksanaan Pendidikan Dikritik, Bupati Purwakarta Nilai Perlu Ada Perubahan

Pelaksanaan Pendidikan Dikritik, Bupati Purwakarta Nilai Perlu Ada Perubahan

Written By Prast on Wednesday, September 5, 2012 | 11:30 PM

KAB PURWAKARTA (LJ) – Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengkritik pelaksanaan pendidikan bangsa yang dinilai hanya mengedepankan pendidikan formal. Padahal, yang terpenting diterapkan terhadap masyarakat itu tentang pendidikan karakter, karena pendidikan tak hanya dilaksanakan disekolah saja tapi juga di rumah.
 
“Pendidikan yang baik tidak hanya mengajarkan pelajaran formal tapi juga sikap-sikap kepemimpinan, budi pekerti dan berbagai sikap lainnya. Maka harus dirubah cara pelaksanaan pendidikan sekarang ini,” kata orang nomor satu di Purwakarta itu pada saat pertemuan dengan jajaran Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) dan ratusan kepala sekolah bertempat di Bale Sawala Yudistira kepada wartawan, kemarin.

Ia mengatakan, rumusan mengembangkan pendidikan berkarakter yaitu dengan mengedepankan nilai-nilai tradisi lokal dan modern secara beriringan. Mengingat pentingnya pendidikan berkarakter di Kabupaten Purwakarta, pihaknya akan mengeluarkan berbagai kebijakan untuk para guru dan sekolah.

Rumusan mengembangkan pendidikan karakter, lanjutnya, dengan memberikan tema pada setiap hari sekolah. Seperti hari Senin merupakan hari kebangsaan. Pada hari itu, siswa diajarkan tentang prinsip-prinsip kebangsaan dan nasionalisme.

"Bila pendidikan seperti itu diterapkan, watak dan semangat kebangsaan bisa terbentuk," papar bupati.

Mata pelajaran yang diajarkan untuk mendukung hari kebangsaan ini, sambung Dedi, diantaranya PPKn (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan), Sejarah, dan IPS. Dan pada hari Selasa, disebut sebagai hari perubahan atau hari ekspresi. Para siswa diajarkan berbagai keterampilan eksekutif, seperti memasang dasi, menyemir sepatu dan lain-lain.

Begitu pula pada hari Rabu, disebut hari pedesaan. Hari itu diajarkan berbagai nilai-nilai kehidupan di pedesaan. Dimulai dari cara berpakaian, hingga bertutur kata. Termasuk pula dengan tata cara penggunaan kebaya (bagi perempuan) dan pangsi (bagi laki-laki). Dengan begitu para siswa akan menjadi anak-anak yang berkarakter.

Terkait dengan kebijakan yang telah dikeluarkan Pemkab Purwakarta untuk siswa sekolah, ia mengaku baru sebatas himbauan dan belum menjadi kewajiban bagi setiap siswa.

"Kalaupun sudah ada yang menggunakannya, silahkan. Dan yang belum, tak usah memaksakan dan pakai saja seragam sekolah seperti biasa," tukas Dedi yang berangkat dari PDIP tersebut. (YAS)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger