' Pasca Kericuhan Empat Mahasiswa Luka Parah - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Pasca Kericuhan Empat Mahasiswa Luka Parah

Pasca Kericuhan Empat Mahasiswa Luka Parah

Written By dodi on Friday, September 28, 2012 | 7:00 AM

CIANJUR (LJ)- Empat dari 11 mahasiswa Universitas Suryakancana (Unsur) Cianjur yang diamankan polisi pascaterjadinya kericuhan saat puluhan mahasiswa berencana berkonvoi untuk beraudiensi ke Mapolres Cianjur, Kamis (27/9), terluka parah. Sebagian besar mengalami luka pada bagian kepala.

Tim kuasa hukum mahasiswa O Suhendra mengatakan berdasarkan hasil pendataan di Mapolres Cianjur, ada 11 mahasiswa yang diamankan. Empat orang di antaranya mengalami luka cukup parah pada bagian kepala akibat pukulan tangan kosong dan sebagian lagi terluka terkena pukulan gagang senjata gas air mata.

"Empat mahasiswa yang terluka parah itu yakni Anggi Ginanjar Giantoro, Sopirmas, Hendri, dan Dede Arifin Nur. Semua mahasiswa yang diamankan berjumlah 11 orang," kata Suhendra, Kamis (27/9).

Dia menyesalkan terjadinya kembali tindakan represif aparat kepolisian terhadap mahasiswa. Dia pun membantah jika mahasiswa melakukan aksi perusakan di Pos Polisi 8 Cepu seperti yang diisukan."Kita sudah mengklarifikasi, tidak ada aksi perusakan oleh mahasiswa. Mereka berniat akan melakukan audiensi dengan polisi," tegasnya.

Suhendar mengaku sudah berkomunikasi dengan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terkait insiden tersebut. "Ini sudah masuk kategori pelanggaran HAM. Kami berupaya minta pembebasan bagi 11 orang mahasiswa yang saat ini diamankan," katanya.

Dalam pernyataan sikapnya, Suhendar menyayangkan tindakan oknum kepolisian memperlakukan mahasiswa yang lakukan aksi damai seperti krimal . “Perilaku represif itu menunjukkan lemahnya manajeman konflik dan tidak pahamnya kepolisian atas makna kebebasan menyampaikan pendapat,”kata Suhendar.

Kapolres Cianjur, AKBP Agustri Heriyanto, berdalih aksi yang dilakukan pihaknya karena para aktivis melakukan pengrusakan sejumlah fasiltas yang ada di pos polisi.

Pernyataan ini dilontarkan Kapolres Agustri terkait aksi anggotanya membubarkan paksa puluhan anggota gabungan mahasiswa dan aktivis Cianjur yang hendak melakukan audiensi, Kamis (27/9). Rencana audiensi ini diinginkan mahasiswa dan aktivis terkait aksi brutal polisi dalam membubarkan aksi solidaritas pengecaman film Innocence of Moslem.

Kapolres juga meminta wartawan untuk memberitakan kejadian ini secara berimbang. “Karena mereka merusak sejumlah fasilitas milik polisi, kami melakukan pembubaran paksa. Tolong rekan-rekan media, berimbang dalam membuat berita. Jangan selalu memojokan polisi,” katanya.

Namun Kapolres tidak dapat menjelaskan secara rinci pengrusakan yang dilakukan para aktivis tersebut. Dia hanya menyebutkan sejumlah fasilitas milik polisi dirusak massa. (RUS)

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger