' Paksa TKI Jual Riyal Harga Murah, Petugas Bandara Soeta Gerayangi TKI Asal Cianjur - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , , , , » Paksa TKI Jual Riyal Harga Murah, Petugas Bandara Soeta Gerayangi TKI Asal Cianjur

Paksa TKI Jual Riyal Harga Murah, Petugas Bandara Soeta Gerayangi TKI Asal Cianjur

Written By Prast on Wednesday, September 5, 2012 | 11:30 PM

CIANJUR (LJ) - Sungguh na’as nasib yang dialami pahlawan devisa yang bernama Fatmawati binti Jumhi (38), Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kampung Leuwibudah RT 04/04, desa Majalaya kecamatan Cikalongkulon Kabupaten Cianjur, mendapatkan perlakuan tak senonoh oleh oknum petugas Bandara III Slapanjang Soekarno-Hatta (Soeta) (Minggu,2/9).

Korban ketika itu baru saja selesai mendarat dari luar negeri (Arab Saudi) dan selanjutnya menuju pintu keluar bandara, lalu diruang ini petugas Bandara langsung menggerayangi sekujur tubuhnya dengan alasan pemeriksaan apakah korban menyembunyikan uang riyal didalam bajunya.

Menurut korban, sebetulnya dia memang sengaja menyembunyikan uang Riyal bawaannya di balik celana dalam, karena berdasarkan cerita dari teman-temannya banyak oknum petugas Bandara yang kerap memaksa pembelian uang Riyal dari para TKI dengan harga murah.

Benar saja cerita itu. Fatmawati pun tak luput dari pemeriksaan oknum petugas bandara. Dia sempat mengelak tidak membawa uang riyal. Namun rupanya oknum petugas bandara tak percaya begitu saja. Fatmawati mengaku digerayangi hingga berujung pada aksi pengguntingan celana karena dicurigai menyembunyikan uang riyal itu di balik celana dalam.

"Saya memang sengaja menyembunyikan uang riyal di balik celana dalam, karena mendengar cerita dari teman-teman, ketika berada di bandara suka dipaksa menjual uangnya kepada petugas bandara,"
kata Fatmawati kepada wartawan, Rabu (5/9).

Dia tak bisa berbuat apa-apa saat diperlakukan seperti itu. Ironisnya, saat itu di dekatnya berdiri sejumlah aparat berwajib. "Tapi ketika saya diperlakukan seperti itu, tidak ada satupun yang menolong. Saya pasrah saja. Tidak hanya dipaksa menjual uang riyal, saya juga dipaksa menjual perhiasan dan uang dollar," tambahnya.

Senada diungkapkan Totoh Masitoh binti Asikin (36). Dia juga mengaku dipaksa menjual riyal bawaannya sebesar 11.000 riyal dengan harga hanya Rp2.200 per riyal. "Kami ini pahlawan devisa yang mestinya mendapatkan perlindungan. Tapi kenyataannya, kami dikebiri dengan ulah oknum-oknum yang menginginkan keuntungan dari hasil keringat kami bekerja di luar negeri. Kami minta agar BNP2TKI, Satgas TKI, maupun aparat berwajib, menindak ulah oknum-oknum yang memeras kami," kata Totoh. (RUS)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger