' Minim Sosialisasi, Program Generasi Berencana Terancam Sia-Sia - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Minim Sosialisasi, Program Generasi Berencana Terancam Sia-Sia

Minim Sosialisasi, Program Generasi Berencana Terancam Sia-Sia

Written By dodi on Thursday, September 27, 2012 | 7:00 AM


BOGOR - Program Generasi Berencana (GenRe) yang sedang gencar disosialisasikan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dinilai tidak efektif untuk masyarakat di pedesaan. Faktor penyebabnya, tak lain adalah minimnya sosiliasasi atau promosi ke wilayah pedesaan. Sehingga, program ini sulit untuk menyentuh remaja di pedesaan.

"Program generasi berencana (Genre) yang tengah dipromosikan oleh BKKBN secara besar-besaran, bagaimana dampaknya bagi remaja di pedesaan, rasanya kurang," ujar Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nova Riyanti Yusuf, dalam keterangan persnya, baru-baru ini. Nova Riyanti menjelaskan semua program BKKBN terlebih program GenRe kurang memperhatikan aspek kependudukan.

Sosialisasinya tidak sampai ke desa-desa. Jadi harusnya BKKBN harus mencari cara agar programnya bisa memberikan solusi terhadap jumlah penduduk yang terlanjur meningkat. "Harus ada evaluasi. Seperti program Genre belum terlihat dampaknya bagi remaja di pedesaan. Mereka juga kurang dalam mempromosikan masalah kependudukan," jelasnya.

Sementara Sekretaris Utama BKKBN Subagyo program Genre adalah program terobosan BKKBN. Dalam program ini, remaja menjadi sasaran dalam mempersiapkan keluarga berkualitas. "Dulu sasaran kami untuk melakukan KB adalah PUS (Pasangan Usia Subur)," kata Sudibyo. Dengan terobosan ini, lanjut Subagyo, BKKBN menargetkan remaja untuk mempersiapkan diri menjadi keluarga berkualitas. "Remaja ini nantinya akan menjadi pengganti kita. Maka harus dipersiapkan agar menjadi lebih baik," katanya.

Secara fisik, program Genre memang tidak langsung turun ke desa-desa. Dan hanya sebatas di tingkat kecamatan di tingkat sekolah lanjutan. Hal tersebut dikarena terbatasnya dana. Namun demikian, BKKBN terus melakukan advokasi sampai ke media luar ruang yang dapat memfasilitasi BKKBN sampai ke sejumlah pelosok.

Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga, Sudibyo Alimoeso mengatakan hambatan BKKBN menjangkau pelosok-pelosok desa adalah bukan hanya karena dana. Tapi kepedulian kabupaten/kota dalam menggaungkan program KB dan Kependudukan. "Memang tidak semua Kabupaten/Kota yang punya program Genre. Tapi mereka juga punya integritas penggarapan. Tapi nyatanya tiap daerah memiliki prioritas berbeda. Sehingga adakalanya program KB belum menjadi prioritas," kata Sudibyo.

Seperti diketahui, dalam RDP BKKBN mengajukan usulan pagu anggaran 2013 sebesar Rp2,6 triliun. Usulan tersebut diterima dan akan dilakukan pendalaman program dan kegiatan BKKBN. DPR juga akan membahas lebih rinci usulan tambahan anggaran BKKBN untuk 2013 sebesar Rp150,07 miliar, untuk kegiatan New Inisiative II.

Begitu pula usulan tambahan anggaran dana alokasi khusus (DAK) 2013, juga akan segera dibahas. Terkait dengan usulan penambahan anggaran untuk kegiatan inisiatif baru II pada 2013, BKKBN akan memanfaatkan mengembangkan program Genre, melalui penggerakkan kelompok PIK remaja/mahasiswa, dan bina keluarga remaja (BKR) dan program lainnya. CPS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger