' Menpora Desak Penyelesaian Konflik PSSI Secepatnya - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Menpora Desak Penyelesaian Konflik PSSI Secepatnya

Menpora Desak Penyelesaian Konflik PSSI Secepatnya

Written By Prast on Wednesday, September 5, 2012 | 3:21 PM

BOGOR - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng berharap Joint Committee PSSI bisa menyelesaikan dualisme tim nasional PSSI dalam waktu dekat. Pasalnya, kondisi sepak bola nasional belum juga membaik, ditambah lagi masalah dualisme kepengurusan dan kompetisi yang belum terselesaikan kini berkembang menjadi dualisme tim nasional. Minggu (2/9) lalu, PSSI versi KPSI yang diketuai La Nyalla Mattalitti, merilis 28 pemain timnas versinya dan dilatih oleh mantan pelatih Timnas Alfred Riedl.

Pecahnya timnas disayangkan oleh Menpora. Ia berharap Joint Committee PSSI (JC), yang dibentuk AFC, bisa segera menyelesaikan permasalahan ini. "Jika timnas terpecah, kekuatan timnas juga terpecah. Harapannya agar timnas menjadi satu dan benar-benar diisi oleh pemain terbaik di Indonesia," ujar Menpora dalam keterangan persnya usai menerima Tim U-12 yang mewakili Indonesia di ajang Danone Cup di Polandia, Selasa (4/9).

"Agar liga menjadi satu, pengurusnya juga satu, karena itu saya berharap pada JC yang akan bersidang dengan supervisi AFC dan FIFA, agar betul-betul menghasilkan langkah-langkah nyata untuk penyatuan. Jika semuanya selesai, kita bisa fokus ke pembentukan timnas yang tangguh," kata Andi yang menegaskan Kemenpora hanya akan fatsoen kepada keputusan FIFA dan AFC.

JC sudah dibentuk sejak Juni 2012 namun hingga kini komite yang personelnya merupakan gabungan dari kubu La Nyalla dan kubu PSSI versi Djohar Arifin Husin itu baru sekali bertemu. Rapat kedua sudah dijadwalkan sejak Juli lalu namun hingga kini belum juga terlaksana karena kesibukan masing-masing anggota.

"Saya berharap banyak agar kedua belah pihak bisa hadir dan membahasnya dengan serius serta memberikan solusi dan langkah-langkah nyata lewat JC, yang akan disupervisi AFC dan FIFA," ia menambahkan. "MoU (Nota Kesepahaman) sudah ditandatangani, semoga masalah bisa segera selesai dengan semangat rekonsiliasi," tambah Menpora.

Secara terpisah, Sekjen PSSI Tri Goestoro, yang baru mengundurkan diri beberapa hari lalu, mengatakan rapat kedua Joint Committe diagendakan digelar pada 19 atau 20 September mendatang. Pertemuan untuk membahas penuntasan kisruh sepakbola nasional tersebut bakal dihelat di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Kami telah merekomendasikan dua tanggal 19 atau 20 September kepada AFC. Sebagai alternatif. Sekarang tinggal menunggu jawaban dari AFC," ujar Tri usai bertemu dengan pengurus KPSI Djoko Driyono di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Selasa (4/9/2012). Pihak PSSI dan KPSI sepakat untuk mengajukan tanggal 19 atau 20 September sebagai waktu untuk melanjutkan pertemuan.

Sejak dibuat beberapa bulan lalu, Joint Committe baru sekali melakukan rapat yakni pada 12 Juli 2012 di Hotel Le Meridien. Joint Committee pernah dijadwalkan menggelar rapat kedua pada 24 Juli, namun pertemuan itu batal. Joint Committe bertugas membahas lima poin penting yang sudah disepakati dalam nota kesepahaman antara PSSI dan KPSI demi menuntaskan kisruh sepak bola nasional.

Kelima agenda tersebut adalah pembentukan liga profesional dengan membentuk satu liga, pengembalian empat anggota Komite Eksekutif, revisi statuta PSSI, persoalan asosiasi dan persiapan kongres PSSI. Sementara itu, Djoko Driyono berharap keadaan timnas saat ini juga akan dibahas dalam rapat tersebut. Masalah timnas terus meruncing setelah kubu KPSI membentuk timnas tandingan di bawah Alfred Riedl dan dijadwalkan juga akan tampil di Piala AFF. "Masalah dua timnas yang saat ini terjadi juga saya harapkan akan dibahas," timpal Djoko. CPS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger