' Langgar Perpres, SK Pemberian Poin 9,6 Untuk PT BRIL Harus Dibatalkan - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Langgar Perpres, SK Pemberian Poin 9,6 Untuk PT BRIL Harus Dibatalkan

Langgar Perpres, SK Pemberian Poin 9,6 Untuk PT BRIL Harus Dibatalkan

Written By Prast on Wednesday, September 5, 2012 | 5:00 PM

BANDUNG (LJ) - Walikota Bandung, Dada Rosada segera membatalkan Surat Keputusan (SK) pemberian poin 9,6 untuk PT Bandung Raya Indah Lestari (BRIL) dalam tender pembangunan infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga  Sampah  (PLTSa).

Pembatalan SK itu juga harus diikuti dengan mengubah sistem lelang dari unsolicited (atas prakarsa badan usaha) menjadi tender Solicited (atas prakarsa Pemerintah). Pasalnya, pengolahan sampah menggunakan incinerator telah ada dalam Rencana Induk Pengelolaan Persampahan Perusahaan Daerah (PD) Kebersihan Kotamadya Daerah Tingkat II Bandung  pada  bulan Agusutus 1988 selain rencana induk pengelolaan kebersihan kota Bandung 2002-2012. 

“Berdasarkan fakta-fakta diatas, jelas SK walikota yang menetapkan PT BRIL sebagai Pemrakarsa proyek PLTSa Gedebage, Bandung dalam tender pengelolaan  sampah  dengan teknologi incinerator bulan Juli 2012 menyalahi peraturan dan perundang-undangan yang ada, karenanya SK Walikota yang memberikan Poin 9,6 kepada PT BRIL harus dibatalkan,” ujar peneliti sampah perkotaan, Guntur Sitrorus akhir pekan lalu.

Konsultan pengelolaan sampah pada Dinas Kebersihan Pemprov DKI Jakarta dan Pemkot Surabaya  itu menegaskan, dengan  data yang ada itu PT BRILL bisa ikut tender sebagaimana biasa namun tidak ditunjuk sebagai Pemrakarsa.

Untuk diketahui, tender Pembangunan Infrastruktur Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan yang menggunakan teknologi incinerator di Gedebage Bandung oleh Pemkot Bandung diadakan bulan Juli 2012 lalu.

Namun diluar dugaan, Walikota Bandung, Dada Rosada mengeluarkan  SK No.568.1/Kep.101-Bappeda tertanggal 3 Januari 2012 yang menetapkan PT BRIL sebagai Pemrakarsa sehingga mendapatkan tambahan nilai kompensasi sebesar 9,6 poin dalam pelelangan tersebut.

Sebelumnya, tahun 2008 lalu PT BRIL telah ditetapkan sebagai pemenang tender mengalahkan lima perusahaan lainnya. Anehnya, PT BRIL menang meski bukan penawar terendah dalam tender tersebut. Belakangan, proyek ini tidak terlaksana sehingga diadakan tender ulang bulan Juli 2012 lalu dengan menetapkan PT BRIL sebagai pemrakarsa proyek walaupun SK penetapan Walikota tersebut cacat hukum.

Menurut Guntur, Penetapan  BRIL sebagai Pemrakarsa dalam pelelangan proyek PLTSa Gedebage itu bertentangan dengan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 56 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua atas Perpres nomor 67 Tahun 2005 tentang Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur. 

Sebab  dalam  pasal 10 butir A  menyatakan, Badan usaha dan badan hukum asing dapat mengajukan prakarsa proyek kerjasama penyediaan infrastruktur kepada Menteri / Kepala Lembaga / Kepala Daerah dengan kriteria, tidak termasuk dalam rencana induk pada sektor yang bersangkutan.

“Berarti  jika tender pengolahan sampah dengan sistem incinerator telah tercantum dalam rencana induk sektor kebersihan  atau persampahan kota Bandung sebelumnya, Pemkot Bandung dalam hal ini walikota Bandung tidak dapat menetapkan badan usaha tertentu sebagai Pemrakarsa Proyek,“ tandasnya.

Padahal, lanjut Guntur, dalam rencana induk pengelolaan persampahan pada  PD kebersihan Kotamadya Daerah Tingkat II Bandung bulan Agustus 1988 telah tercantum rencana penggunaan Insinerator di halaman 202 butir 4.6 dan Hal 238 butir 5.2.

Lebih jauh Guntur juga menegaskan,  dalam rencana induk pengelolaam kebersihan kota Bandung  tahun 2002-2012 Pemkot Bandung pada bulan April 2002 juga mencantumkan sistem operasi sampah kota Bandung akan menggunakan Incinerator seperti yang terdapat pada halaman 14, 22 dan 24. (BSR/FER)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger