' Lahan Terminal Barangsiang Disewakan Swasta - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Lahan Terminal Barangsiang Disewakan Swasta

Lahan Terminal Barangsiang Disewakan Swasta

Written By dodi on Tuesday, September 18, 2012 | 8:00 AM

BOGOR (LJ) - Puluhan pengemudi bus 3/4 yang sering mangkal (ngetem-red) di Jalan Sambu Terminal Baranangsiang, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat, mengeluh. Pasalnya, mereka diharuskan masuk ke terminal lewat jalan Sambu, dan harus membayar karcis Rp1.000/rit dan jika bus ingin bermalam harus membayar Rp10.000,/malam.

Dari informasi yang dihimpun LINGKAR JABAR dilokasi, bahwa setoran yang dipungut dari para pengemudi bus 3/4, sudah berjalan selama satu tahun. Uang pungutan karcis ini selanjutnya disetorkan kepada pemilik lahan yang notabene tercatat sebagai salah satu anggota DPRD Kota Bogor.

Ketika hal ini dikonfirmasikan kepihak UPTD Terminal Baranangsiang mengakui kalau lahan yang dipakai untuk kendaraan menginap adalah milik  salahseorang anggota DPRD Kota Bogor dan pihaknya tidak mempunyai kewenangan menangani masalah ini. "Itu bukan kewenangan kami, tentang pungutan karcis kepada bus yang ingin bermalam. Namun, keberadaannya itu telah dikelola oleh pemilik lahan yaitu salah satu anggota dewan yang bertugas di Kota Bogor," ujar Empar Suparta Kepala UPTD Terminal Barangsiang kepada LINGKAR JABAR, Senin (17/9) diruang kerjannya.

Empar menjelaskan, pihaknya tidak memperboleh bis untuk bermalam dilokasi terminal. "Selama saya disini, tugasnya terus mengecek kelokasi terminal, dengan menugaskan beberapa anggota. Jika ada bus yang bermalam di terminal, karena kondisi bus sedang dalam perbaikan (rusak-red)," ucap dia, yang didampingi oleh salah satu staff nya.

Empar mengaskan, pihaknya melarang pemilik bus atau PO untuk menginapkan kendaraannya di terminal. "Memang ada yang menginap dilokasi terminal. Tapi kalau ada bus yang menginap bukan didalam terminal tapi di lahan yang dikelola dan dimiliki masyarakat. Informasinya, pemilik tanah mematok harga Rp10.000,/malam. Bahkan pemilik tanah telah menyediakan TV, penyucian dan lahan parkir untuk bus yang ingin bermalaman. Sekali lagi kami tegaskan bus yang sering masuk tidak diperbolehkan untuk menginap didalam terminal," tuturnya.

Salah satu supir bus 3/4, yang tidak mau ditulis namanya mengatakan, setiap masuk ke terminal Barangsiang, pihaknya harus mengeluarkan Rp1.000 dan jika harus bermalam harus membayar Rp10.000. "Ya seharusnya ada fasilitas lah, untuk bus yang ingin bermalam. Karena kebanyakan bus ini, dari daerah Jakarta. Dari pada jauh mau tidak mau saya harus membayar sejumlah uang yang sudah ditentukan untuk menepi dan beristrahat," imbuhnya. ALI
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger