' Kuota Prona 2013 Diusulkan Capai 1.000 Bidang Tanah - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Kuota Prona 2013 Diusulkan Capai 1.000 Bidang Tanah

Kuota Prona 2013 Diusulkan Capai 1.000 Bidang Tanah

Written By dodi on Friday, September 21, 2012 | 7:00 AM

SUBANG (LJ)-Permohonan program prona (pembuatan sertifikat tanah secara gratis) dari masyarakat Subang kepada Kantor Pertanahan Kabupaten Subang terus menunjukkan trend meningkat setiap tahunnya.

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Subang, H. Djuanda Syahbudin melalui Kasi Sengketa Konflik dan Perkara, H. Djedje Zaenal
mengungkapkan pada tahun 2012 ini, jumlah permohonan prona yang berhasil direalisasi oleh BPN (Badan Pertanahan Nasional) mencapai 750 bidang tanah dari yang diusulkan sebanyak 900 bidang.

Menurutnya, peningkatan itu menunjukkan tingginya animo, minat serta respon masyarakat dalam mengikuti program prona.
“Jumlah itu meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 2011 yang hanya mencapai 500 bidang tanah. Ini membuktikan bahwa minat masyarakat kita cukup tinggi untuk mengikuti prona. Makanya di tahun 2013 mendatang, kita merencanakan usulan program prona ini akan ditambah menjadi 1.000 bidang”, bebernya, Kamis (20/9).

Djedje menerangkan, ratusan bidang tanah yang disertifikatkan dalam prona tahun 2012 ini tersebar di 12 desa di 7 kecamatan
se-Kabupaten Subang dengan luas bidang tanah bervariasi, yakni Kecamatan Jalancagak, Cisalak, Kasomalang, Purwadadi, Kalijati, Cibogo dan Blanakan.

Rinciannya, Kecamatan Jalancagak di Desa Tambakmekar sebanyak 100 bidang,Kecamatan Purwadadi meliputi Desa Pasirbungur, Purwadadi Barat dan Purwadadi Timur masing-masing 40 bidang, Kecamatan Kalijati di Desa Kalijati Timur sebanyak 50 bidang, Kecamatan Cibogo meliputi Desa Majasari sebanyak 100 bidang dan Desa Cinangsi sebanyak 50 bidang, Kecamatan Cisalak di Desa Cigadog sebanyak 30 bidang, Kecamatan Blanakan meliputi Desa Langensari sebanyak 30 bidang dan Desa Muara sebanyak 100 bidang, serta Kecamatan Kasomalang meliputi Desa Kasomalang Wetan dan Kasomalang Kulon.

Ditambahkannya, status tanah yang bisa diikutkan dalam program prona ini harus tanah milik adat, yakni tanah yang tidak dikuasai oleh negara alias tanah yang status kepemilikannya secara turun temurun.

Sedangkan kriteria penting bagi peserta program prona adalah warga yang tidak mampu atau tidak memiliki biaya untuk membuat sertifikat.Hal itu harus dibuktikan dengan surat keterangan tidak mampu membuat sertifikat yang dikeluarkan oleh pemerintah desa setempat. "Kami berharap, program prona ini bisa lebih meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mensertifikatkan tanah sebagai bukti sah kepemilikan”,pungkasnya.(ADE).
Share this article :

1 komentar:

Anonymous said...

Di Desa Majasari mah Geuning Prona teh Bayar 500.000 untuk tahun 2012, untuk sebelumnya antara 200 s.d 300 ribu

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger