' Komisi E Tidak Akan "86" Soal Alkes Bernilai Rp 88,8 M - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Komisi E Tidak Akan "86" Soal Alkes Bernilai Rp 88,8 M

Komisi E Tidak Akan "86" Soal Alkes Bernilai Rp 88,8 M

Written By dodi on Wednesday, September 19, 2012 | 8:00 AM


BANDUNG (LJ)- Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Barat, Humar Dani mengatakan saat menerima perwakilan pengunjuk rasa ," Kalau ada anggota dewan yang main proyek dalam pengadaan alat kesehatan di Dinas kesehatan dengan anggaran yang mencapai hampir Rp 88.8 miliar, kita  buka saja, Komisi E ingin semua clear tidak ada istilah 86, kita buka saja semua,” demikian hal itu ditegaskannya saat dialog dengan tiga LSM diruang rapat Komisi E DPRD Jawa Barat di jalan Diponegoro no 22 Kota Bandung, Selasa (18/9).
 
Ratusan pengunjuk rasa LSM Jangkar, GMBI dan Brantas dalam kesempatan itu menyampaikan aspirasinya terhadap masalah kinerja Dinas Kesehatan, DPRD  Jabar, dan pemprov Jabar, terkait dengan adanya anggaran pengadaan alat kesehatan senilai  Rp 88,8 miliar yang terindikasi kuat adanya pengaturan atau KKN yang melibatkan oknum birokrat, panitia lelang, pengusaha, oknum DPRD dan oknum organisasi kesehatan Gakeslab.
 
Mereka  melihat adanya proyek pengadaan alat kesehatan sebesar lebih kurang Rp 88,8 miliar dengan realisasi 8 paket pengadaan, yang terindikasi kuat adanya pengaturan yang melibatkan berbagai unsur terkait yang akan berpotensi menjadi kerugian negara jika pelelangan terus dijalankan dan kekhawatiran akan mubazirnya alat kesehatan tersebut.
 
Perwakilan pengunjuk rasa diterima oleh pimpinan dan anggota Komisi E DPRD Jawa Barat yang dipimpin ketuanya, Didin Supriadin, didampingi Waki Ketua Humar Dani, dan beberapa anggotanya Suhartini Syahlan,  Itjeu Dewi Kuraesin, H. Omin Basuni, SH.

Menindak lanjuti aspirasi ini, Komisi E akan menindaklanjuti dengan melakukan rapat, dengan pihak terkait pada hari Selasa pekan depan.Didin menyatakan meskipun anggaran dinas kesehatan besarannya mencapai 10 persen dari APBD, tetapi realisasinya hanya seperempat dari itu, dikritisinya kenapa pengadaan alat kesehatan diperbesar sementara Jamkesda malah dikurangi.(FER)

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger