' Kementan Gelontorkan Ratusan Miliar Rupiah untuk Petani - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Kementan Gelontorkan Ratusan Miliar Rupiah untuk Petani

Kementan Gelontorkan Ratusan Miliar Rupiah untuk Petani

Written By dodi on Tuesday, September 11, 2012 | 8:00 AM


BANDUNG - Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menyediakan dana cukup besar untuk membantu lahan persawahan yang terkena puso. Melalui dana tersebut, pemerintah berharap dampak kemarau pada tahun ini lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya.

"Dana yang disediakan sekitar Rp 199 miliar untuk puso," ujar Menteri Pertanian Suswono kepada wartawan pada sela-sela acara September Horti Ceria 2012 di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Senin (10/9). Menurutnya, dana tersebut akan mencukupi untuk membantu lahan puso sekitar 60-70 ribuan hektare.

Meski begitu, pihaknya menghimbau kepada pemerintah provinsi dan kab/kota ikut membantu lahan yang terkena puso di daerahnya masing-masing. "Dana kita juga terbatas jadi harus saling mendukung antara pusat, provinsi dan kab/kota," ujarnya.

Suswono menambahkan, Kementan akan memberikan bantuan kepada para petani yang lahannya terkena gagal panen. Bantuan tersebut terdiri dari biaya pengolahan sebesar Rp 2,6 juta/hektar dan dana bantuan pupuk sebesar Rp 1,1 juta/hektar. "Jadi, total dana bantuannya sekitar Rp 3,7 juta/hektar yang diberikan kepada kelompok tani," ujarnya.

Dia mengemukakan dana tersebut akan diberikan asalkan sesuai verifikasi dari pemerintah provinsi. Laporan dari pemprov ini lantas tinggal disampaikan kepada Kementan untuk pencairan dana bantuan. "Dana tersebut akan langsung ditransfer ke kelompok tani. Prinsip dasar, kita akan mengganti atau membantu kalau terjadi puso untuk seluruh wilayah di Indonesia," tegasnya

Suswono juga menegaskan pihaknya telah menyiapkan beberapa cara untuk mengatasi dampak kekeringan. Salah satunya dengan pompanisasi. Cara ini dinilai bisa menyelamatkan lahan yang terancam gagal panen. "Untuk daerah yang masih punya air, maka bisa diselamatkan lewat pompanisasi," katanya.

Selain pompanisasi, kata Suswono, pihaknya juga melakukan langkah antisipasi kekeringan jangka panjang melalui pembangunan embung (danau buatan berukuran kecil). Tempat ini akan menampung air pada musim hujan dan menjadi cadangan air pada musim kemarau. "Antisipasi jangka panjangnya kita akan membangun banyak embung, sekitar 1.000 unit. Jadi, pada saat hujan bisa ditampung dan jadi cadangan untuk kemarau," pungkasnya. FER

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger