' Kejari Sumber Awasi Pembangunan Pasar Darurat - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Kejari Sumber Awasi Pembangunan Pasar Darurat

Kejari Sumber Awasi Pembangunan Pasar Darurat

Written By Prast on Friday, September 7, 2012 | 11:39 AM

KAB CIREBON (LJ) – Polemik pembangunan pasar darurat untuk menampung para pedagang Pasar Pasalaran yang berlokasi diperbatasan antara Kecamatan Weru dengan Plered diawasi Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumber. Lembaga korps Adhiyaksa itu mengaku tengah mengikuti perkembangan proses relokasi termasuk pengunaan anggaran dalam pembangunan pasar yang mengunakan dana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon tersebut.

“Sejauh ini kita ikuti perkembangan yang ada. Sekali pun ada dugaan-dugaan korupsi atau sejenisnya, kita akan terus menggali informasi itu hingga menunjukkan sebuah kepastian,” kata Kepala Kejari Sumber, Mahyuanti Laorani, kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Ia menegaskan, apabila ditemukan bukti dugaan penyalahgunaan anggaran dalam pelaksanaan pembangunan pasar sementara itu, pihaknya tidak perlu menunggu laporan dari manapun. Alasannya, karena selama proses pembangunan mulai dilakukan dan muncul permasalahan, Kejari sudah langsung melakukan pemantauan. “Kalau ada bukti yang mengatah kepada kerugian negara, proses penyidikan bisa langsung kita lakukan. Makanya, Kita akan terus pantau apa pun yang terjadi," tegas Kepala Kejari.

Sementara, perkembangan terbaru yang didapat LINGKAR JABAR terhadap pembangunan pasar darurat itu, Pemkab Cirebon bakal kembali mengucurkan duit tambahan sebesar Rp 190 juta. Padahal awal pembangunan pasar itu, pemerintah sudah mengelontorkan anggaran sebesar Rp 810 juta, sehingga total anggaran menjadi Rp 1 miliar.

Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Dadang Tresnayadi membenarkan, adanya tambahan biaya pembangunan pasar darurat sebesar Rp190 juta. Alasan dia, duit itu nantinya untuk mendukung perbaikan pasar darurat.

Ia menegaskan, renovasi Pasar Pasalaran merupakan kebutuhan dan keinginan pedagang, sehingga diharapkan pada pelaksanaannya berikut proses relokasi berjalan seiring dengan perbaikan pasar darurat.

Disperindag sendiri mengadakan pertemuan lanjutan di kantor Kecamatan Weru, kemarin. Turut hadir Staf Ahli Bupati Bidang Hukum Harry Safari, Kadisperindag Haki serta jajarannya, Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon Yoyo Siswoyo, Kapolsek Weru Kompol Suyono, Danramil Weru Kapten Jumatsyah dan tujuh perwakilan pedagang.

Sayangnya dari tujuh pedagang yang hadir, tidak ada perwakilan IP3W (Ikatan Pedagang Pasar Pasalaran Weru). Salah seorang pedagang yang hadir, Arpi mempertanyakan rencana relokasi ke pasar darurat.

Menurutnya, jika rencana itu sudah tercatat dalam surat edaran bupati dan dianggap sudah matang, maka harusnya relokasi tidak perlu ditunda. Apalagi sebagian pedagang sudah memperbaiki bangunan di pasar darurat dengan uang sendiri. “Sudah 7 hari tidak dagang karena belum ada kejelasan. Jangan diombang-ambing pedagang dong,” tuturnya.

Edi, pedagang lainnya yang juga menuntut ketegasan Disperindag. Pedagang bahan es campur tersebut mengaku bingung dengan kebijakan Disperindag. Sebab tidak ada ketegasan informasi. Selain itu retribusi keamanan dan tempat juga sudah tidak dipungut.

"Kita akan minta jaminan agar tak ada pungutan biaya saat kembali ke Pasar Pasalaran setelah renovasi selesai. Selain itu kita juga akan minta jaminan dispensasi penambahan waktu sewa sampai satu tahun," paparnya.

Anggota Komisi II, Yoyo Siswoyo menyayangkan sikap ketidaktegasan Disperindag terhadap keluhan pedagang terkait tidak layaknya pasar darurat.

Yoyo mengatakan, se-Indonesia terdapat delapan kabupaten yang pengajuan renovasi pasar diterima. Jika dana relokasi Pasar Pasalaran dikembalikan ke pusat, justru kredibilitas Kabupaten Cirebon terancam. “Jangan sampai tetap tidak mau pindah. Butuh ketegasan dari dinas terkait. Harus punya sikap, jangan yang sudah pindah malah dirugikan,” tukasnya. GYO/PIP (C.12)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger