' Kebijakan PDAM Kota Cirebon Dikeluhkan Pelanggan - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Kebijakan PDAM Kota Cirebon Dikeluhkan Pelanggan

Kebijakan PDAM Kota Cirebon Dikeluhkan Pelanggan

Written By dodi on Friday, September 28, 2012 | 7:00 AM

CIREBON (LJ)- Kebijakan PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) KOta Cirebon yang akan menaikan tarif air, dikeluhkan pelanggan. Keluhan mereka (pelanggan,red) cukup berasalan, karena selama ini pelayanan perusahaan plat merah Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon dinilai buruk.
 "Enak saja mau menaikan tarif, pelayanannya saja kami lihat masih buruk. Kalau mau tingkatkan dulu pelayanan kepada pelanggan, baru tarif dinaikan," kata Sumaryono, pelanggan PDAM asal Kelurahan Kegiren, Kecamatan Kejaksaan, Kota Cirebon kepada LINGKAR JABAR, kemarin.
Ia mengaku kecewa dengan rencana BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) Pemkot Cirebon yang akan menaikan tarif tersebut. Sebab, hingga sekarang aliran air dari PDAM berfungsi tidak selama 24 jam, dan air baru bisa warga atau pelanggan dapatkan pada saat malam sampai pagi hari.
 "Harusnya, pihak PDAM lebih memikirkan solusi, bagaimana aliran air kepada pelanggannya bisa mengalir seperti dulu, yakni 24 jam. Ini malah sebaliknya, kewajiban perusahaan tidak dilaksanakan, malah kami dan pelanggan lainnya yang harus mengeluarkan kocek besar dengan kenaikan tarif itu," ujarnya.
Diketahui akan ada rencana kenaikan tarif PDAM itu, dari statmen Sekretariat Daerah (Sekda) Pemkot Cirebon. "Kami mendengar sih, kenaikan tarif akan mulai dilakukan PDAM diawal tahun 2013 nanti," papar Sumaryono.
Selain itu, semenjak pasokan air yang dimiliki PDAM sudah mulai menyusut, berimbas kepada aliran air untuk melayani warga (pelanggan,red). Kenapa, karena pelanggan baru bisa mendapatkan air hanya diwaktu malam hari.
 "Nah, kalau siang air PDAM sama sekali tidak ada dan kering. Padahal, volume pengunaan air itu paling banyak digunakan kami saat siang hari, yakni untuk kebutuhan MCK (Mandi, Cuci dan Kakus)," tegas Anis, warga Pilang Raya Lamtoro, Kota Cirebon.
Anis, mengaku sebagian warga terpaksa begadang setiap malam agar memperoleh air untuk kebutuhan mereka. Karena, warga merasa takut kehabisan air yang dialiri PDAM.
Dari pantauan di sekitar lokasi warga, terlihat rasa kekecewaan mereka pada pelayanan PDAM yang dinilai tidak mampu mengalirkan air selama 24 jam penuh, Bahkan, sejumlah warga ada yang mengakalinya dengan memasang pompa air. Hal itu dilakukan warga agar debit air yang diperoleh mereka tinggi. GYO/NAN (C.12)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger