' Kawasan Sawangan Potensial, Wika Realty Garap Perumahan Menengah - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Kawasan Sawangan Potensial, Wika Realty Garap Perumahan Menengah

Kawasan Sawangan Potensial, Wika Realty Garap Perumahan Menengah

Written By dodi on Thursday, September 27, 2012 | 7:00 AM


DEPOK - PT Wijaya Karya Realty (Wika Realty) lebih agresif membidik segmen menengah atas melalui proyek perumahan yang dikembangkannya di kawasan Sawangan, Kota Depok, yakni Tamansari Puri Bali. Kawasan Sawangan diproyeksikan sangat prospektif di Depok karena kelak menjadi pusat kota kedua setelah kawasan Margonda. Karenanya, tahun ini Tamansari Puri Bali menargetkan dapat meraih penjualan Rp 50 miliar dan sampai semester pertama telah meraih penjualan Rp 30 miliar.

"Kami optimis target tahun ini tercapai dan tahun depan kami akan meningkatkan target sebesar 40% dari perolehan tahun ini karena kami akan semakin agresif membidik segmen kelas menangah atas," ungkap Budi Santoso Kurniawan, Manager Kawasan Wika Realty dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/9). Keoptimisan Wika Realty bukan tanpa alasan. Banyak faktor yang mendukung keoptimisan tersebut.

Pertama, pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Jakarta memicu semakin bertambahnya masyarakat kelas menengah atas. Hal itu juga membuat permintaan hunian kelas menengah atas semakin meningkat. Menurut prediksi Indonesia Property Watch (IPW), hingga akhir 2012, permintaan rumah menengah atas bakal tumbuh 15% dari tahun lalu.

Tingginya pertumbuhan segmen menengah atas disebabkan segmen pasar ini relatif stabil terhadap perubahan suku bunga dan memiliki daya beli yang lebih tinggi dibandingkan segmen lainnya. Kedua, Sawangan, Depok, kini menjadi wilayah yang potensial. Indikasinya adalah jaringan infrastruktur, fasilitas sosial dan umum, serta pertumbuhan ekonomi wilayahnya yang terus meningkat.

Hal ini semakin bertambah dengan posisinya yang strategis karena memiliki akses ke Depok dan Ciputat menuju Jakarta, ke Bogor dan ke Serpong. Alat transportasi dari dan ke tempat kegiatan, seperti sekolah dan tempat kerja juga mudah ditemui karena dilewati jalur kendaraan umum 24 jam non stop. Dengan kondisi seperti itu, Sawangan benar-benar menjadi kawasan yang prospektif.

"Kawasan Sawangan sendiri sekarang ini telah menjadi pusat kota kedua setelah Margonda. Dan tren hunian saat ini cenderung mengarah ke selatan, karena pertimbangan air yang lebih bagus dan udara yang masih sejuk," kata Budi seraya menambahkan prospek kawasan Sawangan akan semakin baik dengan adanya proyek tol yang sedang disiapkan pemerintah yakni tol Depok-Antasari (Desari) yang rencananya akan segera diselesaikan di 2014.

Tol yang menghubungkan Depok dengan Jakarta Selatan tersebut nantinya dapat dilalui warga Depok yang akan ke Jakarta tanpa harus melalui Jalan Margonda. Panjang tol Desari adalah 22,82 kilometer. Rencana pembangunan akan dilakukan tiga tahap, yaitu tahap I sepanjang 6,85 km (Antasari-Cinere), tahap II 6,3 km (Cinere-Sawangan), dan tahap III sepanjang 9,44 km (Sawangan-Bojonggede).

Selain tol Desari, tol lingkar luar yakni Jakarta Outer Ring Road 2 (JORR 2) yang menghubungkan Jakarta dan berbagai kota penyangganya juga ditargetkan pemerintah bisa beroperasi tahun 2014. Tol ini menghubungkan Bandara Soekarno Hatta-Kunciran-Serpong-Cinere-Jagorawi-Cibitung-Cilincing-Tanjung Priok. Yaitu meliputi, untuk sisi barat antara lain ruas tol Cengkareng-Kunciran sepanjang 15,2 km, Kunciran-Serpong sepanjang 11,2 km, ruas Serpong-Cinere 10,14 km, Cinere-Jagorawi sepanjang 14,6 km.

Kemudian sisi timurnya ada tol Cimanggis-Cibitung sepanjang 25,4 km, Cibitung-Cilincing sepanjang 34,5 km. Saat ini yang sudah selesai dibangun dan dioperasikan adalah tol Jagorawi-Cimanggis sepanjang 3,4 Km. "Keberadaan jalan tol membuat kawasan Sawangan akan semakin mudah dicapai dan membuat kawasan Sawangan semakin memiliki prospek investasi yang sangat baik. Keberadaan jalan tol membuat nilai tanah akan meningkat tajam," ujar Budi.

Membeli rumah untuk tujuan investasi, tambah Budi, harus mencermati wilayah-wilayah yang baru berkembang, bukan yang sudah stabil, seperti Sawangan yang diprediksi nilai tanahnya akan semakin meningkat di masa yang akan datang. "Bila dibandingkan Serpong, menginvestasikan uang untuk kawasan Sawangan lebih baik karena Serpong sudah tumbuh pesat," ujar Budi.

Ketiga, perumahan Tamansari Puri Bali memiliki konsep yang unik dan disukai oleh masyarakat kelas menengah atas. Perumahan Tamansari Puri Bali yang berada di Jl. Raya Sawangan Ciputat KM. 1 - Depok menghadirkan eksotisme dan atmosfer “Pulau Dewata” yang mempesona. Di atas lahan 20 hektar, Wika Realty siap mewujudkan 1.000 unit hunian di perumahan Tamansari Puri Bali yang akan dibagi dalam beberapa Banjar.

Kata Banjar sendiri digunakan untuk mengganti istilah cluster yang umum digunakan di dunia properti. Setiap Banjar terdiri dari paling sedikit 90 unit rumah. Dengan menggunakan sistem Banjar atau cluster ini, keamanan akan lebih terjamin. “Kami menganggap bahwa perumahan dengan konsep Bali Modern akan menarik dan diminati oleh pasar. Bali merupakan salah satu tempat terindah di dunia. Kami pikir tinggal dengan suasana Bali, sama saja tinggal di tempat terindah di dunia," kata Kasie Operasi Wika Realty Erianca.

Untuk kelas menengah atas, Tamansari Puri Bali saat ini menawarkan beberapa tipe rumah yakni tipe 39/109 seharga Rp 350 jutaan, tipe 43/84 seharga Rp365 jutaan, tipe 48/100 seharga Rp 500 jutaan, tipe 80/191 seharga Rp 700 jutaan, dan tipe 110/210 seharga Rp 900 jutaan. Anda tertarik? HRS/CPS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger