' Kasus Aborsi Meningkat di Cianjur - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Kasus Aborsi Meningkat di Cianjur

Kasus Aborsi Meningkat di Cianjur

Written By dodi on Friday, September 21, 2012 | 7:00 AM

CIANJUR (LJ)- Kasus aborsi di Kabupaten Cianjur cukup meningkat akhir-akhir ini. Disinyalir, kebanyakan pelaku aborsi berusia anak sekolah menengah pertama (SMP) dan SMA.

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Cianjur Yana Rosdiana Muchtar membeberkan fakta tersebut. Secara data memang Yana mengaku tak memilikinya secara rinci. Namun secara fakta, P2TP2A kerap mendapatkan informasi tersebut.

"Sebetulnya kita (P2TP2A) hanya memfasilitasi, karena yang menangani kasus abrosi adalah pihak kepolisian. Fakta mengenai kasus aborsi sendiri kami mendapatkan laporannya dari pihak kepolisian. Jadi secara data kami tak memiliki," kata Yana seusai menghadiri acara Silaturahmi dan Memperingati HUT Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Cianjur ke-61 di Gedung Bale
Rancage, Kamis (20/9).

Yana menuturkan, pelaku praktik aborsi disinyalir merupakan dukun beranak (paraji). Sekali aborsi, biayanya bisa mencapai Rp5juta, tergantung usia kehamilan."Menurut informasinya, tahun ini kasus aborsi memang cukup meningkat dengan korbannya anak-anak usia sekolah SMP dan SMA di Cianjur akibat seks bebas," ujarnya.

Yana pun mengharapkan peran serta bidan, terutama yang berada di wilayah Cianjur selatan dalam menangani kasus dugaan aborsi.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur Gusti Otwin Ariyono, tak menampik jika kasus aborsi di Kabupaten Cianjur terbilang meningkat. Namun Dinkes Kabupaten Cianjur mengaku tidak memiliki data pasti mengenai kasus tersebut.

"Bisa dibilang iya memang ada laporan kasus aborsi. Tapi kami tak memiliki datanya. Kebanyakan kasus aborsi ini diduga dilakukan paraji (dukun beranak) liar yang bukan merupakan binaan kami," kata Otwin disela-sela kegiatan Silaturahmi dan Memperingati HUT Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Cianjur ke -61 di Gedung Bale Rancage, Kamis (20/9).

Otwin mengaku, pihaknya selalu berupaya menertibkan dukun beranak liar yang berpotensi bisa melakukan praktik aborsi. Caranya dengan melakukan pendekatan, dan akan dijadikan sebagai mitra bidan-bidan desa.Saat ini tercatat sebanyak 80 orang paraji telah mendapatkan pelatihan-pelatihan persalinan cara-cara medis. Hingga nantinya mereka akan menjadi paraji terlatih.
"Kami khawatir jika tidak ada bentuk pengawasan, maka akan semakin marak kasus aborsi di Cianjur. Kami juga mewanti-wanti kepada para anak usia remaja untuk tidak melakukan seks bebas," tandas Otwin. (rus)

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger