' Jalan Penghubung Kedua Desa Mulus Beraspal - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Jalan Penghubung Kedua Desa Mulus Beraspal

Jalan Penghubung Kedua Desa Mulus Beraspal

Written By dodi on Wednesday, September 5, 2012 | 8:00 AM


KAB CIREBON (LJ)- Keinginan warga di dua desa, yakni Desa Suranenggala Lor Kecamatan Suranenggala dan Desa Kertasura Kecamatan Greget untuk memiliki jalan mulus beraspal nampaknya bakal segera terealisasi. Pasalnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon melalui CV Adrian selaku pengusaha kontruksi yang melaksanakan proyek peningkatan jalan tembus kedua wilayah dengan anggaran sebesar Rp 560.071.000 sudah hampir merampungkan pekerjaannya. 

Turba, perwakilan CV Adrian mengaku, proyek yang sedang dikerjakan perusahaannnya sepanjang 2033 meter dengan lebar 2,5-3 meter itu, sudah hampir selesai tahap hotmix. Iapun mengatakan, dalam pengerjaan peningkatan jalan desa tersebut, pihaknya lebih mengutamakan kualitas sesuai dengan bestek dan RAB. "Jadi kami rasa tak benar, apabila dalam pelaksanaan proyek ini dikerjakan secara asal dan tidak sesuai dengan bestek maupun RAB," ungkapnya kepada LINGKAR JABAR kemarin.

Turba menyatakan, dalam pelaksanaan kegiatan dari mulai awal dikerjakan sampai tahap pengaspalan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan pengawas dari Dinas Bina Marga. "Bagaimana kami melanggar aturan, seperti melakukan pengurangan volume pekerjaan. Toh, pengerjaannyapun selalu diawasi pengawas dinas terkait," tandasnya.

Sementara, Gatot Rachmanto, Kepala Bidang (Kabid) Peningkatan Jalan dan Jembatan pada Dinas Bina Marga Pemkab Subang, pekerjaan yang dilaksanakan CV Adrian berdasarkan hasil pengamatan serta pengawasan dilokasi sudah sesuai dengan bestek dan RAB.

Gatot menjelaskan, untuk kontruksi jalan sepanjang STA.0 + 000 -STA. 1 + 200 itu hanya penambalan penetrasi saja, karena di lokasi tersebut untuk kontruksinya sendiri sebelumnya sudah ada penetrasi jalan. Sedangkan sepenjang STA.1 + 200-STA.1 + 667 dan di STA.2 + 000 – STA.2 + 33 untuk kontruksinya memang ada peninggian sekitar 20 cm dengan menggunakan waterbound makadan dan sirtu, serta disepanjang STA. 1 + 667 – STA. 2 + 600 untuk kontruksinya hanya menggunakan makadan saja . 

Gatot menambahkan, dalam hal melakukan pengawasan di lapangan pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin dan selalu lebih teliti. Alasannya, karena selama proyek dikerjakan pihaknya selalu diawasi lembaga pemeriksa, seperti Inspektorat Kabupaten maupun provinsi.

 "BPK juga selalu mengawasi, sedikit saja kami melakukan kesalahan dan ketahuan jika di dalam suatu pekerjaan ada pengurangan volume walaupun hanya tingkatnya millimeter, maka dana tersebut harus di kembalikan kepada Negara," paparnya. 
Wagi al Tasya mengungkapkan, sebagai lembaga sosial kontrol di Kabupaten Cirebon, pihaknya hanya sebatas meluruskan dan mengingatkan kepada pihak perusahaan agar melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan aturan. Was ( C.12 ) 


Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger