' Jaksa Bekuk Kontraktor Hitam di Kabupaten Bogor - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Jaksa Bekuk Kontraktor Hitam di Kabupaten Bogor

Jaksa Bekuk Kontraktor Hitam di Kabupaten Bogor

Written By dodi on Friday, September 21, 2012 | 7:00 AM

CIBINONG - Setelah buron hampir sebulan lebih, seorang pengusaha kontraktor di Kabupaten Bogor yang disebut-sebut memiliki beking pejabat dari berbagai instansi penegak hukum, AZR (47), berhasil ditangkap Tim Intel Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibinong saat menginap di Hotel Orchad, salah satu hotel mewah di Jalan Pangeran Jayakarta, Jakarta Barat, Kamis (20/1) dinihari. AZR, merupakan tersangka sekaligus aktor utama dalam kasus korupsi proyek pembangunan Jalan Raya Pemda Sukahati-Kedunghalang yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Agung.

Usai diperiksa intensif oleh tim penyidik Kejari Cibinong, sejak pagi sampai siang, Kamis sore dia langsung ditahan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Paledang.  Saat akan masuk kendaraan yang mengantarkannya ke Lapas Paledang, AZR yang didampingi istri dan keluarganya serta beberapa temannya itu sama sekali tidak memperlihatkan wajahnya, karena ditutupi syal. Bahkan, AZR tak menggubris pertanyaan yang diajukan para wartawan yang menunggu kemunculannya di kantor Kejari Cibinong sejak pagi.

Menurut Kepala Kejari Cibinong, Mia Amiati, alasan penahanan tersangka di Lapas Paledang, hanya semata-mata untuk keamanan dua tersangka lainnya, yaitu AY (mantan Kepala Bidang Program dan Rehabilitasi pada Dinas Binamarga dan Pengairan) serta CP (Direktur Utama PT.Darmo Sippon, perusahaan yang dipinjam oleh AZR untuk memenangkan lelang tender proyek Jalan Sukahati-Kedunghalang) yang sebelumnya sudah terlebih dulu tinggal dan menetap di Lapas Pondok Rajeg, Cibinong.

"Tersangka AZR ini kan dikenal sebagai pemain yang lihay, makanya kami pisahkan. Karena kita khawatir tersangka bisa mengintimidasi AY dan CP," jelasnya kepada LINGKAR JABAR dan sejumlah wartawan. Ia menambahkan, pemberkasan kasus AZR sudah 80 persen, dan Kejari menilai AZR merupakan aktor utama dalam kasus korupsi proyek pembangunan jalan yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp. 1,6 Miliar.

Selain mengamankan AZ, dikatakan Kajari, pihaknya juga sudah “menginventarisir” semua berkas-berkas terkait kasus tersebut guna penyidikan lebih lanjut. "Semua berkas guna pemeriksaan lebih lanjut sedang kita pelajari. Untuk sementara, tersangka akan dijerat dengan Pasal 2 dan 3 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman kurungan dua puluh tahun dan atau denda paling sedikit Rp. 50 juta dan paling banyak satu miliar rupiah,” kata Mia.

Lebih lanjut dikatakan Kajari, AZR sendiri terancam dikenakan pasal berlapis mengingat kesulitan yang dihadapi pihaknya mulai dari pemanggilan hingga saat akan melakukan  penangkapan. "Tentu semua sedang kita dalami. Terlebih yang bersangkutan juga tidak memiliki itikad baik saat memenuhi panggilan kami sehingga terpaksa dilakukan penjemputan yang berakhir dengan pengejaran setelah ditetapkan sebagai DPO,” paparnya.

Terkait dengan penangkapan AZR, aktivis Komite Pemantau Aset dan Keuangan Negara (KOMPASKN) Bogor Raya, Arif N Bachtiar, memberikan apresiasi terhadap instansi Kejari Cibinong yang sukses membekuk AZR yang juga dikenal sebagai pengusaha hitam lantaran banyak proyek yang dikerjakannya sepanjang 2010-2011 amburadul dan bermasalah. "Namun begitu, publik juga berharap Kejari tak hanya berhenti pada penangkapan AZR, tetapi juga mengusut keterlibatan pejabat di bidang pengawasan pada Dinas Binamarga dan Pengairan Kab.Bogor yang saya nilai turut andil dalam kasus ini," tegas Arif.
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger