' Gunakan Sumur Bor Pabrik Es Pusaka Kaliagung Dikeluhkan - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Gunakan Sumur Bor Pabrik Es Pusaka Kaliagung Dikeluhkan

Gunakan Sumur Bor Pabrik Es Pusaka Kaliagung Dikeluhkan

Written By dodi on Friday, September 14, 2012 | 10:00 PM

KAB CIREBON (LJ)- Diduga salah satu biang kekeringan oleh warga setempat, Keberadaan pabrik es Pusaka Kaliagung di Desa Gebangkulon Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon dikeluhkan. Lantaran pabrik tersebut mengambil air sebagai bahan pembuatan es dengan menggunakan sumur bor artesis.

Seperti diungkapkan Abdul Rohim, warga Blok Laren Dusun 01 Desa Gebangkulon, dirinya menilai pabrik yang mengandalkan air sebagai bahan baku usahanya dengan cara membuat sumur bor, penyebab sering terjadi kekeringan dilingkungannya.
 "Kalau bukan pabrik es itu, terus pabrik mana lagi yang lokasinya berdekatan dengan perkampungan disini. Apalagi sudah jelas, air yang diambilnya hasil pembuatan sumur bor," kesalnya kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Rohim yang letak rumahnya hanya sekitar 200 meter dari lokasi pabrik, sangat merasakan dampaknya. Kanapa, karena sejak berdirinya pabrik itu beberapa tahun lalu, kondisi sumur warga menjadi sering kering. "Padahal sebelum adanya pabrik es, mau kondisi cuaca musim kemarau juga air sumur kami dan warga lain menyusutnya tak terlalu drastis seperti saat ini," ujarnya.
Seharusnya, kata Rohim, pabrik es menggunakan bahan baku bukan mengambil dari sumur bor, melainkan dari air PDAM. Sehingga, lanjutnya, warga sekitar pabrik tidak ada yang merasa dirugikan. "Kalau ini, mengandalkan bahan bakunya dari sumur bor. Terlebih alat yang digunakan perusahaan untuk menarik air dibawah tanah dengan mesin jetpump berkekuatan tinggi, akibatnya sumber mata air disekitar pabrik sangat dalam, dan membuat pompa air milik warga sekitarpun tidak bisa menarik," paparnya.

Dampak adanya pabrik es juga dirasakan Kosim, warga Blok Laren lainnya. Ia mengaku, disaat musim hujan dengan menggunakan pompa air untuk mengisi bak mandi berukuran 150 kubik, hanya membutuhkan waktu sekitar 3 jam sudah bisa penuh. Tetapi kalau musim kemarau, untuk mengisi bak tersebut membutuhkan waktu sekitar 8 jam dan itupun baru bisa dilakukan setelah pukul 21.00 WIB setiap harinya.

 "Beruntung kami masih menggunakan sumber mata air dengan kedalaman 23 pipa atau sekitar 138 meter, sehingga masih kebagian air. Sedangkan kondisi rumah tetangga yang hanya menggunakan sumber mata air sekitar 11 pipa atau 66 meter sekarang sudah tidak bisa digunakan, karena dalamnya sumber mata air," jelasnya.

Ketika dikomfirmasi, pihak perusahaan sedang tak ada ditempat, namun aktivitas perusahaan yang mengambil bahan baku dari hasil pengeboran sumur artesis dibenarkan Dayat, karyawan setempat. Ia mengungkapkan jika pabrik tersebut memang hanya menggunakan sumber mata air untuk bahan baku pembuatan es, bahkan setiap hari mampu memproduksi sekitar 350 sampai 400 balok es dengan kekuatan dua mesin jetpump.

 "Perusahaan kami mempunyai kedalaman 60 pipa dan 90 pipa dengan diameter 2 inchi yang setiap hari beroperasi," tukasnya.
Adanya keberatan warga sekitar pabrik, pihak perusahaan telah membuatkan jalur pipa air khusus diperuntukan warga sekitar pabrik yang mengalir selama 24 jam pada dua titik. Hal itu untuk membantu warga bila merasa kesulitan air dengan mengambil dari kran tersebut. GYO/HEN. (c.12).
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger