' Garut Kekurangan Tenaga Penyuluh Pertanian - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , , , » Garut Kekurangan Tenaga Penyuluh Pertanian

Garut Kekurangan Tenaga Penyuluh Pertanian

Written By Prast on Thursday, September 6, 2012 | 8:00 AM

GARUT (LJ) - Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian,Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Pemkab Garut, Syamsuddin, mengakui Kabupaten Garut,masih kekurangan tenaga penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan. Akibat kekurangan tenaga penyuluh kata dia, target surplus beras dan bahan pangan lainnya menjadi terhambat.

“Peran penyuluh yang sangat penting, tidak bisa digantikan siapapun. Sebab, penyuluh memahami karakter petani dan terbiasa memberi motivasi selain menguasai teknologi pertanian, perikanan dan kehutanan,”
ujarnya kepada LINGKAR JABAR diruang kerjanya, Rabu (5/9).

Menurut Syamsuddin seorang penyuluh mempunyai kemampuan berkomunikasi, dan mereka juga menghayati profesinya, dan menyukai masyarakat sasarannya. Bermodalkan aset ini, maka seorang penyuluh akan sangat mudah diterima oleh masyarakat petani. "Apalagi mereka itu mampu memberikan alternatif pemecahan pada setiap permasalahan yang dihadapi masyarakat petani," ujarnya.

Dalam penjelasannya, dia mengatakan, target yang harus dicapai seorang penyuluhan pertanian adalah bagaimana pemberdayaan kepada petani dan keluarganya beserta masyarakat pelaku agribisnis dapat berhasil, dengan kata lain, mereka yang menjadi sasaran penyuluh mampu mengaplikasikan pengetahuan yang mereka dapat kedalam kehidupannya.

"Selanjutnya, mereka ini mampu menolong mengolah ilmunya sehingga bermanfaat untuk dirinya sendiri baik di bidang ekonomi, sosial maupun politik sehingga peningkatan pendapatan dan kesejahteraan mereka dapat dicapai,"
papar dia.
  
Ditanya tentang program Penyuluhan Kehutanan dia mengatakan, merupakan rencana tertulis yang disusun secara sistematis untuk memberikan arah dan pedoman sebagai alat pengendali pencapaian tujuan penyuluhan sesuai dengan kebutuhan. Programa  penyuluhan Kehutanan imbuhnya, disusun setiap tahun dan memuat rencana penyuluhan tahun berikutnya.

“Penyusunan dilakukan dengan memperhatikan siklus anggaran pada masing-masing tingkatan mencakup pengorganisasian dan pengelolaan sumberdaya sebagai pelaksanaan penyuluhan,”
tuturnya.

Programa penyuluhan lanjut Syamsuddin,terdiri atas programa penyuluhan desa/kelurahan atau unit kerja lapangan, program  penyuluhan kecamatan, program penyuluhan kabupaten, programa penyuluhan provinsi dan pragrama penyuluhan nasional. Programa Penyuluhan Kehutanan ini, disusun oleh Kelompok Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan di masing-masing tingkatan dan merupakan acuan bagi Penyuluh Kehutanan dalam menyusun Rencana Kerja Tahunan.(BDN/JUL)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger