' Empat Desa Di Kecamatan Cidahu Tidak Terdanai PNPM - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Empat Desa Di Kecamatan Cidahu Tidak Terdanai PNPM

Empat Desa Di Kecamatan Cidahu Tidak Terdanai PNPM

Written By dodi on Monday, September 3, 2012 | 8:00 AM

SUKABUMI (LJ) – Empat desa di kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi tidak terekam anggaran usulan sarana prasarana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MP) tahun anggaran (TA) 2012.

Hal itu terungkap dalam Musyawarah Antar Desa (MAD) yang digelar Tim Pelaksana Dana Operasional Kegiatan (TP DOK), Iwan Ari Gunawan bersama Fasilitator Kecamatan (FK) Brata Kusuma dan Fasilitator Teknik (FT), Otto Widadi yang dibuka Camat Cidahu, H Ateng Sujana, SIP didampingi Kapolsek AKP Athena Rustandi dan Danposramil, Pelda Rasmita di Aula Kecamatan Cidahu, kemarin, yang dihadir para Kepala Desa, PJOK, BPUPK, BKAD, FT GSC (Nano Sukmana), UPK, KPMD, TPK dan seluruh pelaku PNPM dari delapan desa.
   
Menurut FK MP, Brata Kusuma, pada TA 2012 ranking prioritas pendanaan usulan Simpan Pinjam Perempuan (SPP) Desa Tangkil menduduki peringkat pertama dengan 10 kelompok dan penerima manfaat sebanyak 100 orang. Peringkat kedua Desa Girijaya sebanyak 4 kelompok dan pemanfaat sebanyak 43 orang. Tempat ketiga diduduki Desa Pasirdoton sebanyak 3 kelompok dengan pemanfaat 31 orang.
   
Untuk usulan sarana dan prasarana yang usulannya diluar SPP desa yang tidak terdanai antara lain rabat beton Desa Jayabakti, Desa Pasirdoton dan Desa Girijaya sepanjang 1.630 Meter dengan lebar 2,5 meter. Desa Tangkil dan Desa Pondokaso Tonggoh yang mengusulkan untuk madrasah diniyah dengan volume masing-masing diniyah 7 meter x 17 meter. “Ke empat kegiatan di empat desa ini tidak terdanai di TA 2012 dan sangat besar kemungkinannya TA 2013 daapt terdanai. Itu bisa terlaksana manakala para pelakunya dapat berkompetisi dengan baik,”kata FK MP, Brata Kusuma

Camat Cidahu, Ateng Sujana mengakui bahwa kegiatan MAD ini memang mengalami keterlambatan, akibatnya ada beberapa kegiatan di desa yang mengalami kendala. Namun begitu, dia meminta semua pihak dapat saling bahu membahu dan bekerja keras mengatasi kendala tersebut.
   
Bendahara Badan Kordinasi Antar Desa (BKAD), Wahid meminta seluruh pelaku baik ditingkat kecamatan maupun desa memahami tupoksinya agar seluruh rangkaian tahapan kegiatan dapat berjalan sesuai ketentuan. Selain itu, Kepala Desa harus memantau secara arif dan bijaksana terhadap Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dan Kelompok Pemberdaya Masyarakat Desa (TPMD) yang selanjutnya di ambil langkah tegas.

Sebab, dari pemantauannya sejak Januari hingga Agustus kedua lembaga ini kurang aktif. Apalagi ada desa yang masuk ranking pertama tapi pelakunya tidak aktif, tentunya perlu dievaluasi dan penyegaran. “Ini harus benar-benar diperhatikan kepala desa bila menginginkan kegiatan desanya berjalan dengan baik,” tandas Wahid. (WHD)



Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger