' Dugaan Mafia CPNS Akademisi Tuding Walikota Ikut Tanggungjawab - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Dugaan Mafia CPNS Akademisi Tuding Walikota Ikut Tanggungjawab

Dugaan Mafia CPNS Akademisi Tuding Walikota Ikut Tanggungjawab

Written By dodi on Monday, September 3, 2012 | 8:00 AM

KOTA CIREBON (LJ)– Ketenangan Walikota Cirebon, Subardi selaku kepala daerah diwilayah pemasok udang bakal terusik setelah munculnya dugaan mafia CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) dilingkungan RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) yang melibatkan pejabat setempat berinisial HS. Pasalnya, kalangan akademisi Kota Cirebon menuding Walikota harus bertangungjawab terhadap kasus yang saat ini tengah diselidiki jajaran Polsek Utara Barat (Utbar).

"Sebagai Walikota harus bertangungjawab dalam masalah ini. Toh yang menempatkan pejabat dilingkungan pemerintahan semua melalui hak prerogatif pemimpin daerah," ungkap Irsad Sidik, akademisi yang juga pengamat hukum kepada LINGKAR JABAR kemarin.

Ia mengatakan, kejadian ini bisa dikaitkan dengan penempatan pejabat yang dinilai asal dan tidak melihat dari SDM (sumber daya manusia) berdasarkan kemampuannya oleh Walikota.Apabila ingin diperbaiki, lanjutnya, harus mengubah semuanya, mulai dari pimpinan rumah sakit, dilanjutkan dengan bawahannya.

Baginya, seorang pimpinan harus memiliki kemampuan managerial yang tinggi. Sistem perekrutan CPNS pun harus diubah agar tidak ada oknum yang bermain. “Kalau mau diperbaiki harus mulai dari atas baru ke bawah, sistem perekrutan PNS pun harus diubah juga,” tegas Irsad yang juga mantan Ketua KPU.

Terjadinya mafia CPNS di RSUD Gunung Jati merupakan kesalahan fatal. Karena bagaimanapun, RSUD Gunung Jati tidak berhak menerima pagawai baru, yang mempunyai hak menerima pegawai baru atau PNS adalah Pemkot melalui BKD (Badan Kepegawaian Daerah). “Jelas ini pelanggaran dan harus ditindak tegas pimpinan daerah,” ujar dosen hukum Unswagati Cirebon ini.

Sementara, jajaran Polsek Utbar sudah melakukan pemeriksaan terhadap tiga saksi, yakni Sulani, Yayat Sudrajat dan Herpani. Rencananya pihak kepolisian akan kembali memanggil lima saksi untuk membongkar kasus tersebut. “Minggu depan kita akan fokus pada pemeriksaan lima nama yang diduga merupakan korban HS. Nama-nama seperti S, SP, DA, AS, dan NH,” ujar Kapolsek Utbar, Kompol Hasanudin.

Hasanudin mengaku, kesulitan dalam penyelidikan kasus mafia CPNS, karena para saksi yang telah diperiksa tidak terlalu banyak bicara. Hal lain, para korban tidak segera melaporkan kasus yang dialaminya kepada polisi. “Kesannya para korban tutup mulut karena tidak mau melaporkan kasus mafia CPNS ini kepada kepolisian. Sehingga kita kesulitan mengungkap kasus ini. Makanya bagi siapa yang merasa telah menjadi korban agar segera melaporkan,” jelasnya. NAN/SUP/TUS (C.12)

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger