' Dua Provokator Tawuran Dijadikan Tersangka - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Dua Provokator Tawuran Dijadikan Tersangka

Dua Provokator Tawuran Dijadikan Tersangka

Written By Prast on Friday, September 7, 2012 | 2:15 PM

ilustrasi
KAB CIREBON (LJ) – Kepolisian Resor Cirebon menetapkan dua orang dari lima nama terduga yang sebelumnya telah dikantongi sebagai tersangka provokator tawuran antara warga Blok Larik, Desa Sirnabaya, Kecamatan Gunung Jati dengan warga Blok Pabean, Desa Purwawinangun, Kecamatan Suranenggala. Polisi kini terus memburu kedua tersangka yang sudah dimasukan dalam daftar pencarian orang (DPO) tersebut.

Berdasarkan pantauan LINGKAR JABAR, keseriusan polisi dalam memburu otak dibalik tawuran yang mengakibatkan 25 korban terluka serta belasan rumah rusak dan terbakar habis, dengan menyebar pamflet foto tersangka di setiap Mapolsek di wilayah hukum Polres Cirebon sejak beberapa hari lalu. Pamflet serupa juga ditempel di sejumlah pusat keramaian di Kabupaten Cirebon.

Kapolres Cirebon Ajun Komisaris Besar Hero Henrianto Bachtiar mengatakan, kedua tersangka yang saat ini tengah diburu berinisial Jam (26) dan SBI (26). “Dari dua orang itu, otak dibalik pengrusakan dan pembakaran rumah warga adalah Jam. Sementara SBI adalah anak buah Jam dan perannya dalam provokasi masih diselidiki,” ujarnya kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Haro membenarkan bahwa penetapan kedua tersangka itu berdasarkan lima nama terduga yang sebelumnya telah dikantongi.

Nama-nama tersebut didapat berdasarkan keterangan dari beberapa warga dan saksi korban yang sempat dirawat di RS Gunung Jati, RS Pelabuhan dan Puskesmas Kapetakan.

Untuk tiga nama lainnya, tambah Hero, polisi masih mendalami peran dan posisi mereka dalam aksi pembakaran rumah. Hero mengakui, penyelidikan terkendala oleh sulitnya warga saat dimintai keterangan. Mereka lebih banyak memilih diam dan seolah saling menutupi.

Dihubungi terpisah, Guru Besar Sosiologi dan Antropologi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, Abdullah Ali mengatakan kepada LINGKAR JABAR, fenomena tawuran yang sering terjadi di Kabupaten Cirebon, terkait erat dengan rendahnya tingkat pendidikan masyarakat. Alhasil, mereka mudah terpancing melakukan kekerasan dalam menghadapi persoalan sepele sekalipun.GYO/HEN (C.12)

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger