' Dua Mantan Pejabat Daerah Jadi Terdakwa Korupsi - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Dua Mantan Pejabat Daerah Jadi Terdakwa Korupsi

Dua Mantan Pejabat Daerah Jadi Terdakwa Korupsi

Written By dodi on Thursday, September 20, 2012 | 7:00 AM

BANDUNG - Mantan Dirut PDAM Tirta Arum Karawang Open Supriyadi dituntut hukuman penjara selama 3 tahun 10 bulan oleh jaksa penuntut umum (JPU) dalam perkara pengadaan barang pada 2010 dengan kerugian sebesar Rp 573 juta. Tuntutan JPU tersebut dibacakan dalam sidang yang digelar di ruang sidang I Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LRE Martadinata, Rabu (19/9).

JPU menyatakan, terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan seperti dalam dakwaan subsidair yaitu pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 tahun 2001.

"Kami JPU menuntut majelis hakim yang berwenang untuk memutus dan mengadili sidang perkara ini untuk menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan subsidair. Menjatuhkan terdakwa dengan pidana penjara selama 3 tahun 10 bulan dan denda Rp 50juta subsider 1 bulan penjara," ujar JPU Jatniko.

Selain itu, terdakwa juga diharuskan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 211 juta. Dimana jika dalam 1 bulan setelah putusan terdakwa tak bisa membayar, maka harta bendanya akan disita untuk dilelang untuk menutupi kerugian negara. "Atau jika terdakwa tak memiliki harta, maka diganti dengan hukuman penjara selama 2 tahun," tutur JPU.
Selain Open, Dirut CV Eka Saudara Rusly C juga menjadi terdakwa dalam perkara yang sama.

CV Eka Saudara merupakan rekanan dari PDAM Tirta Arum dalam pengadaan genset. Namun proses pengadaannya tidak melalui proses tender sebagaimana seharusnya. Genset yang dibeli pun dianggap tidak sesuai dengan kebutuhan operasional PDAM. Dengan harga Rp 573,8 juta genset berkekuatan 500 Kwh pun dibeli dari CV Eka Saudara. Padahal menurut kajian, PDAM Arum Tirta tidak lagi membutuhkan penambahan genset karena telah memiliki 2 unit sebelumnya dan itu dinilai cukup.

Pejabat Bekasi

Di tempat yang sama, Pengadilan Tipikor juga menggelar sidang lanjutan dugaan korupsi yang melibatkan mantan Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman Bekasi Porkas Pardamean yang terancam hukuman penjara 20 tahun. Ia didakwa terlibat korupsi pembangunan Depo Arsip Bekasi dengan kerugian negara Rp 194 juta. Porkas pun ajukan keberatan.

Tidak hanya Porkas, kasus ini juga menyeret dua terdakwa lainnya yang merupakan kontraktor Komisaris PT Monteleo Perkasa Dapit Sinaga dan Direktur PT Monteleo Perkasa Cabang Bekas Serius Taurus Nababan. Hanya Porkas dan Dapit yang ajukan eksepsi.

"Perbuatan terdakwa yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 194 juta diancam dalam pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP," ujar JPU.

Dengan dakwaan subsidair yaitu pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 tahun 2001. Ancaman hukuman maksimal atas dua pasal yang dijerat yaitu 20 tahun penjara, belum lagi denda atau uang pengganti kerugian negara.

Atas dakwaan tersebut, Porkas yang mengenakan kemeja bergaris dan didampingi kuasa hukum menyatakan akan mengajukan "Kami meminta waktu 1 minggu untuk mengajukan eksepsi," ujar kuasa hukum Porkas. Sidang lanjutan perkara ini akan dilanjutkan pada Rabu (26/9/2012). Ketua majelis hakim yang menangani perkara ini yaitu I Gusti Lanang.
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger