' Direktur LKBH ICMI Bekasi : Salah Satu Calon Wawali Bekasi Pernah Terseret Kasus Hukum - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , , » Direktur LKBH ICMI Bekasi : Salah Satu Calon Wawali Bekasi Pernah Terseret Kasus Hukum

Direktur LKBH ICMI Bekasi : Salah Satu Calon Wawali Bekasi Pernah Terseret Kasus Hukum

Written By Prast on Friday, September 7, 2012 | 9:00 AM

BEKASI (LJ) - Salah satu bakal calon Wakil Walikota (Wawali) Bekasi, Andi Zabidi, yang saat ini duduk sebagai Ketua DPRD Kota Bekasi elit politik asal Partai Demokrat ternyata pernah menyandang status pidana terkait masalah hukum. Hal itu diungkapkan langsung oleh Direktur Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum (LKBH) ICMI Bekasi, Abdul Chalim Soebri.

Dia mengatakan, bahwa sangat tidak elok (baik) jika seseorang pernah tersangkut kasus pidana dan sudah menjalani proses hukum menjadi calon Walikota ataupun Wawali. “Kami sangat menyangkan Partai Demokrat yang tidak bisa memilih kader terbaiknya yang tidak pernah terkena (cacat akan) kasus hukum untuk maju di Pemilihan Kepala Dareah. Kami juga menghimbau kepada masyarakat Bekasi agar tidak memilih pemimpin yang tidak pernah terjerat kasus hukum,” papar Abdul kepada wartawan kemarin.

Sosok Andi Zabidi, lanjut Abdul, beliau pernah menyandang status sebagai narapidana terkait kasus hukum, kalau gak salah masalah renovasi pembangunan atau pengecetan gedung Pemkot Bekasi dan beliau sempat didalam bui selama kurang lebih tiga bulan. “Selain itu, Andi Zabidi juga pernah pernah terseret namanya didalam kasus Fee 2 persen terkait pengesahan APBD 2010 yang menyeret Walikota Bekasi, Mochtar Mohamad, dan dalam rekontruksi KPK di Villa 200 nama Andi Zabidi ada. Intinya, masyarakat harus paham akan kejelasan status masing-masing para kandidat terlebih perihal keluarganya,” tuturnya.   

Seperti yang kita ketahui bersama, DPP Demokrat menunjuk Andi Zabidi untuk menggantikan posisi Almarhum Azhar Laena sebagai Ketua DPRD Kota Bekasi, dan saat ini maju sebagai bakal calon Wakil Walikota Bekasi berpasangan dengan Awing Asmawi sebagai calon Walikota Bekasi periode 2012-2018 dengan membawa bendera Partai Demokrat. Andi Zabidi pernah disebut-sebut KPK dalam kasus suap fee dua persen untuk pengesahan APBD 2010 yang menjerat mantan Walikota Bekasi, Mochtar Mohamad. Itu terungkap dalam rekontruksi di Villa 200 beberapa waktu lalu.

Dalam reka ulang tersebut, terungkap kalau Andi Zabidi mendampingi Lilik Haryoso menerima tas koper berisi anggaran sebesar Rp 4,2 miliar dari terdakwa suap BPK Jabar, Tjandra Utama Effendi (saat itu menjabat sebagai Sekda) di Villa 200, Bekasi Selatan, Kota Bekasi. “Tindak lanjut kasus hukum fee dua persen usai aksi rekontruksi KPK di Villa 200 hingga detik ini entah apa kabarnya, yang jelas tidak ada kelanjutannya dari KPK. Hal inilah yang sangat kami sayangkan, dalam arti kata badan hukum seperti KPK tidak bekerja sampai titik akhir cerita didalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi,” pungkasnya. (ARS)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger