' Dinilai Penting, Pemprov Jabar Berhati-Hati Menyusun DP4 - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Dinilai Penting, Pemprov Jabar Berhati-Hati Menyusun DP4

Dinilai Penting, Pemprov Jabar Berhati-Hati Menyusun DP4

Written By dodi on Thursday, September 27, 2012 | 7:00 AM


BANDUNG - Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengemukakan, data penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) mempunyai arti strategis bagi penyelenggaraan pemilihan kepala daerah, antara lain bahan penyusunan daftar pemilih sementara (DPS) untuk kemudian diproses menjadi daftar pemilih tetap (DPT). Setelah itu akan menjadi dasar dalam pembuatan kartu pemilih.

“Karena pentingnya DP4, untuk mendapatkan data akurat, kami telah menyusunnya secara hati-hati berdasarkan aturan dan hasil koordinasi antara KPU dan Panwaslu Jabar. Sekaligus koordinasi dengan Dinas kependudukan dan Pencatatan Sipil kabupaten/kota se-Jawa Barat. Diharapkan warga yang sudah memenuhi syarat sebagai pemilih, semuanya telah masuk kedalam DP4,” kata Heryawan dalam acara Penyerahan DP4 Pilgub Jabar 2013 kepada Ketua KPU Jabar di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (26/9).

Setelah DP4 diserahkan, lanjut Heryawan, sesuai kewenangannya KPU Jabar dipersilakan untuk segera melakukan proses pemutakhiran data pemilih. Proses ini bukan tidak mungkin akan menghadapi berbagai kendala dan permasalahan lapangan. "Saya berpesan agar koordinasi dan kerja sama pemerintah daerah beserta stakeholder terkait dilakukan sebaik-baiknya. Ketidakakuratan penyusunan DPT dapat mengakibatkan warga kehilangan hak pilihnya dalam menentukan pimpinan daerah selama lima tahun berikutnya,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Heryawan menegaskan tak akan mempersalahkan perbedaan data antara Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2013 dan Badan Pusat Statistika (BPS). Penyelesaiannya tinggal akurasi data melalui verifikasi dan saat KTP elektronik selesai. “Artinya kita harus benar-benar mendorong KTP elektronik itu terselesaikan sampai 100 persen atau mendekati. Kalau sudah terjadi, aliran data kependudukan seluruh Indonesia ada data besarnya. Tidak akan ada lagi pemalsuan identitas,” jelas Heryawan.

Heryawan mengakui, sekarang masih ada pemalsuan identitas yang mudah didapatkan seseorang. Tetapi untuk DP4, akurat atau tidaknya berada pada urusan laporan warga yang masih tercatat sebagai penduduk, padahal sudah meninggal. “Kalau kematian kan tinggal dihapus. Kalau duplikasi itu yang sulit. Obat anti duplikasi itu e-KTP. Nah DP4 itu sumber data pemilih untuk pemilu dan pilpres, sedangkan data BPS untuk penyaluran raskin dan sebagainya,” ucapnya.

Heryawan menyebutkan, kedua data tersebut memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Kelemahan data BPS karena diperbaharui setiap 10 tahun sekali dan kerap ditemukan blok warga yang terlewati. Kelebihannya, akurat karena terjun ke lapangan dan langsung didatangi orang per orang. “Kalau kelebihan DP4 akurat karena KK (kartu keluarga) masuk didata terus. Kalau kelemahannya ada duplikasi. Misalnya dicatat, padahal sudah pindah dan tercatat di tempat barunya. Nah itu akan terselesaikan oleh e-KTP,” pungkasnya. FER
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger