' Digugat Warga, Pilkades Bendungan Terancam Diulang - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Digugat Warga, Pilkades Bendungan Terancam Diulang

Digugat Warga, Pilkades Bendungan Terancam Diulang

Written By dodi on Thursday, September 20, 2012 | 7:00 AM

SUBANG (LJ)-Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Bendungan Kecamatan Pagaden Barat yang dilaksanakan Minggu (16/9) lalu terancam diulang, menyusul adanya pengaduan dan gugatan dari puluhan warga setempat, karena Kades terpilih Desa Bendungan diduga “bermasalah”.

Menurut warga,kades terpilih disinyalir kuat memiliki identitas ganda, pemalsuan identitas, ketidakjelasan ijazah dan
sejumlah “kejanggalan” lainnya. Informasi yang dihimpun, selain di Desa Bendungan, sejumlah Kades terpilih lainnya di Kecamatan Pagaden Barat hasil Pilkades lalu diduga kuat juga “bermasalah”.

Pengaduan sekaligus gugatan itu disampaikan secara beramai-ramai oleh puluhan warga setempat kepada Panitia Pilkades bertempat di aula Desa Bendungan, kemarin (19/9). Seorang perwakilan warga, Endang Somantri menuturkan kedatangan mereka untuk mengadukan kepada Panitia Pilkades mengenai dugaan adanya manipulasi data dalam berkas persyaratan salah seorang calon Kades yang belum lama ini terpilih sebagai Kades Bendungan, yakni H.Saenudin.

Dia mengklaim mengantongi bukti-bukti soal “kejanggalan” itu,diantaranya KTP ganda milik yang bersangkutan dimana KTP asli yang berlaku seumur hidup bertahun 1951, namun KTP yang dipakai pada pencalonan Pilkades bertahun 1954, tidak melampirkan ijazah yang sah tapi hanya berupa keterangan pernah bersekolah dengan kelahiran tahun 1954, dan semua berkas persyaratan itu tidak ditandatangani oleh Kepala Desa Bendungan Agus Suryadi. “Sebelumnya kami sempat mengadukan persoalan ini kepada Panitia Pilkades, tapi tidak ditanggapi”, katanya Rabu (19/9).

“Kita minta jangan sampai ada pelantikan dulu sebelum persoalan ini selesai lewat putusan pengadilan. Nanti hasil pengadilan yang akan memutuskan, apakah hasil Pilkades itu cacat hukum atau tidak sehingga perlu diulang atau tidak”, tandasnya.

Menanggapi tuntutan warga, Ketua Panitia Pilkades Desa Bendungan, Edi Jaelani mengatakan kedatangan warga bukan untuk menggugat proses penyelenggaraan Pilkades, tapi hanya sekedar mengadukan adanya dugaan berkas persyaratan salah satu calon tidak sesuai prosedur diantaranya penggandaan identitas dan keabsahan ijazah yang diragukan. Dia mengaku sudah
melakukan tugasnya sebaik mungkin sesuai amanah Perda.

"Tugas kami hanya menerima dan memverifikasi kelengkapan berkas calon. Secara administrasi, kami sudah menempuh itu. Kami
tidak bisa membedakan mana data yang betul dan mana yang salah, karena itu bukan kapasitas kami. Kalaupun ada kejanggalan, ya silahkan ajukan gugatan itu dan selesaikan di pengadilan”, ucapnya.

Senada dengan Panitia, Camat Pagaden Barat H. Edi Surasa juga menyarankan warga agar mengajukan persoalan itu ke pengadilan guna mendapat kepastian hukum.  “Dan kalaupun ditemukan ada unsur pidananya, ya silahkan ajukan ke pihak kepolisian”, terangnya, Rabu (19/9).

“Hak setiap warga untuk mengajukan keberatan atas suatu persoalan. Tergantung kepada pihak Pengadilan yang memutuskan, apakah nantinya pelaksanaan Pilkades ini batal demi hukum karena ada pelanggaran atau tetap sah. Kalau putusannya batal, kemungkinan bisa diulang. Tapi saya gak mau berandai-andai karena putusan Pengadilannya pun belum jelas”, bebernya.

Terkait ini, Kapolsek Pagaden AKP. Ahmad Mulyana didampingi Kanit Reskrim Aiptu H. Rochaman mengimbau warga agar menjaga situasi tetap kondusif dan selalu menempuh langkah sesuai prosedur hukum yang berlaku.ADE
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger