' Diduga Sungai Tercemar, Ikan Mati Mendadak - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Diduga Sungai Tercemar, Ikan Mati Mendadak

Diduga Sungai Tercemar, Ikan Mati Mendadak

Written By Prast on Friday, September 7, 2012 | 7:30 PM

ilustrasi
KAB CIREBON (LJ) – Akibat kemarau dan diduga air sungai tercemar berbagai limbah. Sehingga jutaan ikan dengan ukuran satu hingga dua jari orang dewasa dari berbagai jenis di Sungai Bondet, Kabupaten Cirebon mati mendadak.
 
Informasi yang dihimpun LINGKAR JABAR, kondisi hilir Sungai Bondet yang membentang di wilayah Kecamatan Gunung Jati di antaranya melintasi sejumlah desa, di antaranya Desa Pangkalan, Buyut, Babadan, Sirnabaya, Grogol dan Desa Mertasinga mengering, hanya tinggal sedikit air yang tersisa.
 
"Kondisi kering seperti itu sudah berlangsung lebih dari satu bulan ini, bahkan sebagian dasar sungai yang mengering dimanfaatkan anak-anak untuk main bola," kata Wasdi, warga Desa Babadan kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Diakui Wasdi, sebelumnya, Sungai Bondet yang mengering masih dianggap bisa diambil manfaatnya, untuk mengairi tanaman dan mengambil pasir serta ikan masih ada.

"Namun, kemarau sekarang mengakibatkan air menyusut drastis dan ikan mati mendadak," ungkapnya.

Sementara, Tarsia, nelayan asal Desa Sirnabaya mengaku sudah lama tidak bisa membawa perahu motornya hingga di tempat sandar pinggiran sungai yang dekat dengan tempat tinggal saudaranya karena air sungai tinggal sedikit.

"Terpaksa kalau toh ada semangat untuk melaut, perahu dititipkan di tempat rekan nelayan yang masih ada air di alur sungai Bondet," jelasnya.
 
Jutaan ikan berbagai ukuran yang mati tersebut, sepertinya tidak diambil warga sekitar untuk dimanfaatkan sebagai ikan asin atau olahan lainnya. Hal itu terlihat dengan kondisi ikan dibiarkan membusuk.
 
Terpisah, Direktur Yayasan Buruh dan Lingkungan Hidup yang juga Duta Lingkungan Jawa Barat, Yoyon Suharyono mengatakan, kematian ikan massal di alur Sungai Bondet merupakan bukti rendahnya kepedulian masyarakat maupun pemerintah daerah terhadap lingkungan, terutama sungai dan sekitarnya.
 
"Selain akibat kemarau yang menyebabkan susutnya air, air sungai juga sudah tercemar berbagai limbah seperti limbah batu alam dari daerah hulu, limbah rumah dan sampah," kata Yoyon kepada LINGKAR JABAR.

Dijelaskan, kebiasaan buruk masyarakat yang membuang sampah dan limbah rumah tangga ke sungai turut memberikan andil besar dalam pencemaran air sungai. Terlebih limbah kerajinan batu alam yang airnya mengalir ke Sungai Bondet. GYO/HEN (C.12)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger