' Diduga Kerahkan PNS KIPP Laporkan Pasangan Cabup dan Cawabup Incumbent - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Diduga Kerahkan PNS KIPP Laporkan Pasangan Cabup dan Cawabup Incumbent

Diduga Kerahkan PNS KIPP Laporkan Pasangan Cabup dan Cawabup Incumbent

Written By dodi on Tuesday, September 18, 2012 | 8:00 AM

KAB PURWAKARTA (LJ)– Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati (Cabup dan Cawabup) Kabupaten Purwakarta, Dedi Mulyadi dan Dadan Koswara dipastikan akan berurusan dengan Pengawas pemilu (Panwaslu). Pasalnya, Komisi Indevenden Pengawas Pemilu (KIPP) Kabupaten Purwakarta melaporkan adanya pelanggaran yang dilakukan kedua pasangan incumbent itu saat pendaftaran ke KPUD (Komisi Pemilihan Umum Daerah) beberapa waktu lalu.

Adapun pelanggaran yang akan dilaporkan KIPP ke Panwaslu, yakni adanya PNS (Pegawai Negeri Sipil) yang ikut serta dalam pendaftaran Cabup dan Cawabup, serta kedua pasangan yang saat ini menjabat bupati dan wakilnya itu diketahui mengunakan kendaraan dinas untuk kepentingan pribadi.

“Ada dua indikasi pelanggaran, yakni penggiringan masa dari kalangan PNS dan penggunaan fasilitas Negara untuk kepentingan politik,” terang Hikmat Ibnu ariel, Ketua KIPP Kabupaten Purwakarta pada saat melaporkan pelanggaran tersebut ke Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Purwakarta, kemarin.

Ia mengatakan, saat pendaftaran Dedi Mulyadi – Dadan Koswara ke KPUD Kabupaten Purwakarta, pasangan tersebut sebelumnya berkumpul di gedung kembar Nakula Sadewa di Jalan Kolonel Kornel Singawinata. Selain melibatkan PNS juga penggunaan fasilitas Negara untuk kepentingan politik pasangan tersebut.

Untuk persoalan ketyerlibatan PNS, sambung dia, yang menjadi terlapor adalah Kepala Badan kepegawaian Daerah (BKD) Purwakarta Fajar Sidik. Sedangkan untuk penggunaan fasilitas Negara, yang dilaporkan adalah bupati Dedi Mulyadi dan Sekda Dadan Koswara. Dengan adanya lapran ini, diharapkan Panwaslu dapat segera menindaklajuti.

Sesuai dengan peraturan pemerintah (PP) No 53 tahun 2010 tentang disiplin pegawai negeri sipil, pasal 4 ayat 15 poni d menyebutkn bahwa setiap PNs dilarang mengadakan kegiatan yang  mengarah pada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta Pemilu sebelum, selama dan sesudah masa kampanye.

Bahkan, lanjut Hikmat, PNS juga dilarang meliput pertemuan, ajakan, himbauan, seruan atau pemberian barang kepada PNS dalam unit kerjanya, anggota keluarga dan masyarakat. Dengan demikian, disini sudah jelas sekali bahwa PNS dilarang untuk terlibat dalam politik praktis, meskipun itu hanya ikut serta mengantarkan balon bupati dan wakil bupati ke KPUD.

Seorang PNS, tambahnya, sudah diatur harus bersikap netral dan tidak boleh menggunakan fasilitas Negara. Karenanya diharapkan, Panwaslu segera menindaklanjuti laporan yang disampaikan oleh KIPP terkait dugaan pelanggaran dan penggunaan fasilitas Negara sebagai tempat atau alat kampanye oleh incumbent.

Sementara, Ketua Panwaslu Kabupaten purwakarta, Didin Syafrudin mengatakan, pihaknya siap untuk menindaklanjuti laporan dari KIPP tersebut. Sebanya, itu sudah menjadi kewajiban Panwaslu, terlebih jika laporan tersebut, sudah memenuhi unsur formal dan material.”Kami pasti segera menindaklanjuti laporan tersebut,” jelasnya.

Langkah pertama yang akan diambil Panwaslu, tambahnya, melakukan pemanggilan terhadap terlapor untuk dilakukan klarifikasi. Hasilnya, akan dipleno untuk memastikan apakah laporan tersebut perlu dilanjutkan atau tidak. Sebab dalam laporannya ada tiga orang terlapor. Sehingga, ketiganya perlu di klarifikasi.

Didin juga minta kepada pihak Panwaslu di kecamatan dan desa, jika dilapangan ditemukan indikasi pelanggaran pemilu, segera ditindaklanjuti. Sebagaimana ketentuan, pelanggaran pidana pemilu akan diteruskan ke pihak penegak hukum.
 "Sedangkan penanganan pelanggaran adminisitrasi dan kode etik, akan dilanjutkan ke KPUD," tukasnya. YAS    
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger