' Cegah Berebut Air, Pemkab Purwakarta Bangun Jitut dan Jides - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Cegah Berebut Air, Pemkab Purwakarta Bangun Jitut dan Jides

Cegah Berebut Air, Pemkab Purwakarta Bangun Jitut dan Jides

Written By Prast on Friday, September 7, 2012 | 1:44 PM

KAB PURWAKARTA (LJ) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta melalui Dinas Pertanian Kehutanan dan Perkebunan (Distanhutbun) membangun jaringan itigasi usaha tani (Jitut) dan jaringan irigasi desa (Jides). Pembangunan itu dilakukan untuk membantu para petani yang kondisinya kesulitan mendapatkan pasokan air mengaliri area sawah dimusim kemarau tahun ini.

 "Musim kemarau mengakibatkan pasokan air dari sejumlah titik sungai mengalami kekeringan, sehingga para petani cenderung saling berebut air antara hulu dan hilir irigasi agar bisa mengaliri sawahnya. Makanya agar petani tak lagi berebut air, kami akan membangun Jitut dan Jides tersebut," ungkap Kepala Distanhutbun Kabupaten Purwakarta, Rachmat Mulyadiredja kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Menurut dia, Pembangunan Jitut dan Jides tersebut tersambung dengan jaringan irigasi sekunder maupun teknis yang dikelola  Perum Jasa Turta II atau sumber air alam.

Rachmat mengatakan, pada musim kemarau seperti ini, keberadaan irigasi menjadi isu sentral dalam produksi padi. Sehingga pembangunan Jitut dan Jides menjadi prioritas guna pemenuhan kebutuhan air bagi para petani. "Nah untuk luas areal persawahan yang beririgasi, relatif terbatas. Di Purwakarta sendiri, sawah beririgasi teknis dan semi teknis hanya seluas 30,2 persen," paparnya.

Untuk sawah beririgasi sederhana atau irigasi desa, sambung dia, hanya 30,1 persen dan luas areal perswahan tadah hujan 39,7 persen dari luas baku lahan sawah seluas 16.500 hektar. Sementara laju konversi lahan yang sedikit, cenderung mengakibatkan terpotongnya saluran irigasi. Bahkan cenderung saling berebut air antara hulu dan hilir saluran irigasi.

Selain itu, lanjut Rachmat, Distanhutbun juga membangun penampungan air dan sumur-sumur pantek yang disalurkan melalui pompanisasi. Disamping melakukan media sosial, dalam rangka mendorong pemangku kepentingan dan petani untuk bermusyawarah demi kelancaram aliran irigasi dari hulu dan hilir serta pembagian air di titik bagi saluran.

Upaya yang akan dilakukannya tersebut, setidaknya menekan angka kerugian yang diderita para petani terhadap hasil panen akibat kekeringan. "Sekitar seluas 1.060 hektar area sawah sudah terkena dampak kekeringan. Diantaranya, sawah Puso seluas 22 hektar, krtiteria berat 81 hektar dan kriteria sedang 232 hektar serta kriteria ringan seluas 725 hektar," jelas Rachmat.

Ia menambahkan, kekeringan tahun ini juga mengancam 1.621 hektar tanaman padi yang ada diwilayah Kabupaten Purwakarta pada periode Juli 2012 lalu. Sementara upaya lain kedepannya, Pemkab Purwakarta dalam penguasaan sumber air alam dan pengaturan irigasi serta perlindungan terhadap lahan-lahan pertanian pangan secara berkelanjutan. (YAS)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger