' Buruh PT. Hando Dinamika Tolak Eksekusi - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Buruh PT. Hando Dinamika Tolak Eksekusi

Buruh PT. Hando Dinamika Tolak Eksekusi

Written By Prast on Friday, September 7, 2012 | 4:30 PM

KAB CIREBON (LJ) - Puluhan buruh yang bekerja di PT Hando Dinamika di Desa Losarikidul, Kecamatan Losari Kabupaten Cirebon mengepung kantor desa setempat untuk melakukan aksi penolakan atas rencana Pengadilan Negeri (PN) yang akan mengeksekusi lahan dan bangunan perusahaan. Pekerja yang merupakan sebagian besar warga Losarikidul, tak ingin pihak PN Sumber membongkar bangunan yang selama ini menjadi tempat mengais rezeki mereka.

"Kami datang kesini (kantor desa,red) untuk menyuarakan aksi penolakan terhadap eksekusi yang akan dilakukan PN. Karena kalau perusahaan ini tak ada, kami dan warga disini akan bekerja dimana lagi untuk makan," keluh ST, salah seorang karyawan PT Hando Dinamika kepada wartawan kemarin.

Beruntung eksekusi tiga bidang tanah dan bangunan milik perusahaan batal dilakukan PN Cirebon, setelah kedua belah pihak melaksanakan musyawarah terlebih dulu yang melibatkan semua unsur Muspika setempat.

Hadir dalam pelaksanaan eksekusi tersebut, Tata Kurnia dari PN Sumber, camat Losari Camat Hardomo, Kapolsek Losari Kompol Fachrurroji, Danramil, Kapten (ARH) Dulhasim, serta Kuwu Desa Losarikidul Daruti. Sedangkan dari perwakilan Bank Mega Cirebon dihadiri A. Jefry dan Nanang didampingi Didi dan Baron selaku pengacara mereka, serta dari pihak PT Hando Dinamika IE Sumawi  pemilik perusahaan didampingi Firdaus J dan Kuswara selaku kuasa hukum juga mengikut sertakan perwakilan karyawan.

“Kita telah membuat kesepakatan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada, untuk sementara hanya itu yang bisa disampaikan,“ ungkap kuasa hukum PT Hando Dinamika, Kuswara S Taryono.

Sedangkan Kuwu Desa Losarikidul, Daruti mengungkapkan, proses eksekusi berawal dari hutang piutang PT Hando Dinamika kepada Bank Mega Cirebon yang macet.

Bagi Daruti lebih memandang kepada sifat kemanusiaan jika eksekusi terhadap perusahaan dilakukan. Alasannya, karena keberadaan perusahaan tersebut mempekerjakan karyawannya lebih dari 80 persen warga Desa Losarikidul.  "Jika tetap harus dieksekusi dengan mengosongkan tempat tersebut, dipastikan akan muncul masalah baru di desanya. Terutama  akan muncul pengangguran baru akibat PHK yang dilakukan perusahaan," jelasnya.

Dalam musyawarah tersebut, seluruh pihak yang terkait akhirnya menyepakati eksekusi ditunda. Pihak pengadilan dan perbankan melihat kondisi perusahaan yang sampai saat ini masih berjalan. Ada beberapa yang membuat pihak perbankan menunda pelaksanaan eksekusi, diantaranya karena kondisi perusahaan tersebut belum bangkrut dan masih beroperasi bahkan ada beberapa penambahan asset yang dimilikinya, sehingga pihak dari Bank Mega untuk memperpanjang jangka waktu pinjamannya kepada PT Hando Dinamika.
Untuk mengamankan puluhan karyawan yang mendatangi kantor desa, sekitar satu kompi aparat keamanan dari Polres Cirebon diturunkan. GYO/APP (C.12)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger