' BPN Himbau Warga Blangko Palsu Marak Beredar di Kab. Subang - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » BPN Himbau Warga Blangko Palsu Marak Beredar di Kab. Subang

BPN Himbau Warga Blangko Palsu Marak Beredar di Kab. Subang

Written By dodi on Friday, September 14, 2012 | 10:00 PM

KAB SUBANG (LJ)- Blangko akta jual beli dengan nomor seri tidak terdaftar di Kantor Pertanahan Kabupaten Subang atau palsu marak beredar di wilayah pemasok udang. Hal itu diketahui, ketika salah seorang warga Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang yang belum diketahui identitasnya diantar seorang sekretaris desanya dengan maksud mengurus balik nama sertipikat ke Badan Pertanahan Nasional (BPN). Namun saat dicek oleh petugas setempat, ternyata nomor resi yang tercantum dalam blangko itu tidak sesuai dengan Barkode alias tidak terdaftar di BPN.

Diduga kasus serupa masih banyak yang belum terungkap. Sayangnya, blangko yang diduga palsu itu sudah dibawa kembali oleh warga tersebut, dan tidak segera diamankan pihak Kantor Pertanahan setempat.

Kepala Urusan Umum dan Kepegawaian pada BPN Kabupaten Subang, Dede Zaenal Mutaqien, membenarkan adanya temuan kasus blangko palsu tersebut.

Menurutnya, temuan itu terungkap setelah salah seorang staf BPN memeriksa validasi blangko yang dibawa warga Kecamatan Compreng melalui alat khusus pendeteksi nomor seri dan barkode.

 “Ketika dicek, ternyata nomor seri pada blangko itu tidak sesuai dengan nomor yang tercantum pada barkode. Artinya blangko
tersebut tidak terdaftar keberadaannya di BPN dan otomatis tidak diakui legalitasnya. Ini berbahaya, karena jelas akan merugikan semua pihak, terutama warga atau pemohon akta," bebernya kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Dede mengaku belum dapat memastikan apakah blangko itu palsu, karena dibuat oleh seseorang atau memang ada faktor lain.
Kemungkinan kata dia, bisa saja blangko itu dicetak oleh seseorang yang ahli.

Ia menjelaskan, kasus beredarnya blangko palsu pernah beberapa kali terjadi, seperti pada bulan April-Mei 2011 silam di Kecamatan Blanakan. Pemicunya, akibat telatnya kiriman blangko akta jual beli dari BPN Kanwil jawabarat.

Bahkan ketika itu, lanjutnya, beredar kabar dari warga, jika munculnya blangko palsu itu akibat dipersulitnya proses permohonan blangko oleh BPN. Padahal selama ini pihaknya tidak pernah mempersulit permintaan blangko yang diajukan pemohon.  "selama itu dilakukan secara prosedural kenapa harus dipersulit. Mungkin saat itu penyebabnya hanya karena telat kiriman dari pusat. Kami pastikan saat ini persediaan blangko cukup aman," terangnya.

Dede menjelaskan, distribusi kuota blangko relatif bervariasi dan berbeda jumlahnya untuk setiap kecamatan di Kabupaten Subang, dimana jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan serta usulan dari setiap camat selaku PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah). Proses pengusulannyapun, sambung dia, harus menempuh sejumlah aturan, diantaranya sebelum mendapatkan blangko baru pihak pemohon harus terlebih dulu melaporkan penggunaannya. Kalaupun ada blangko sisa yang belum digunakan, itu juga harus dilaporkan kepada pihak BPN.

 “Pemohon dan pengambil blangko harus langsung camat selaku PPAT setempat. Bisa juga dilakukan seseorang yang ditugaskan dan
direkomendasikan camat. Kami pastikan, permohonan blangko tidak dipungut biaya alias gratis," tandasnya seraya menambahkan untuk mengantisipasi terulangnya kasus blangko palsu, ia mengimbau warga Subang agar berhati-hati dan
teliti sebelum mengisi blangko.

 “Warga atau pemohon blangko harus waspada dan berhati-hati. Sebelum mengisi blangko, sebaiknya pemohon mengecek dulu validasi blangko itu langsung ke Kantor BPN untuk memastikan, apakah nomor seri blangko itu terdaftar di BPN dan sesuai dengan barkode atau tidak. Ini penting agar warga khususnya pemohon tidak dirugikan," pungkasnya. Ade.
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger