' Bayi Hydrocephalus di Sukabumi Butuh Uluran Tangan - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Bayi Hydrocephalus di Sukabumi Butuh Uluran Tangan

Bayi Hydrocephalus di Sukabumi Butuh Uluran Tangan

Written By dodi on Wednesday, September 5, 2012 | 8:00 AM


SUKABUMI - Seorang bocah bernasib malang berusia 9 tahun, Maharani Nurul Fadilah, sejak beberapa tahun silam hanya bisa tergolek lemas di pangkuan neneknya, Yeti (58) di kediamannya, Kampung Gunung Karang RT 3/10 Kelurahan Limusnunggal Kecamatan Cibeureum Kota Sukabumi, Jumat (31/8). Rani, panggilan akrab Maharani tidak bisa apa-apa, kecuali tersenyum dan menangis. 

Setiap harinya putri pertama pasangan Sudrajat (27) dengan Fitri Andriyani (26) hanya menghabiskan waktunya di atas tempat tidur dan gendongan. ''Cucu pertama saya menderita lumpuh dan hanya bisa digendong seperti ini. Kalaupun tidur tidak bisa bergerak, Rani hanya bisa nangis kalau lapar dan badannya panas karena lama tiduran,'' ungkap Yeti kepada wartawan saat ditemui di rumahnya.

Yeti mengisahkan, awal kelumpuhan yang dialami Rani sejak usianya menginjak 2,5 bulan. Saat itu, Rani mengalami panas dan kejang-kejang lalu dibawa ke rumah sakit. Setelah diperiksa di rumah sakit, Rani divonis menderita penyakit hydrocephalus, ada cairan dalam kepalanya.

''Hasil CT Scan kepala, Rani menderita hydrocephalus. Saat itu juga tanpa tunggu waktu sesuai petunjuk dokter, Rani kami bawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung untuk dilakukan operasi. Bahkan operasi juga dilakukan dua kali saat usia 2,5 bulan dan 1,5 tahun,'' tutur Yeti. Menurutnya, saat dilahirkan di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi pada 22 maret 2004 lalu sebenarnya Rani lahir dalam kondisi normal. 

Berat badannya saat itu mencapai 2,5 kilogram dan tidak menderita penyakit apapun. ''Rani lahir normal dan sehat. Hanya saja pada usia 1,5 bulan mengalami panas dan kejang-kejang dan selanjutnya Rani seperti sekarang. Namun sampai saat ini kami tidak mengetahui penyebab awalnya,'' ujarnya.

Sementara itu, bapak Rani, Sudrajat mengungkapkan selama pengobatan dan perawatan putrinya di RSHS Bandung mendapatkan bantuan dari pemerintah melalui program Jamkesmas. Karena dia mengakui tidak mampu untuk membiayai perawatan putrinya.
''Saya sekarang hanya bekerja sebagai buruh bengkel mobil di sini, sedangkan istri saya hanya buruh di pabrik. Juga istri saya mau berhenti karena ingin mengurus Rani hingga dapat sembuh,'' ungkap Sudrajat..

Baik nenek Yeni, maupun Sudrajat dan istrinya Fitri, sangat mengharapkan Rani dapat sembuh. Bisa bermain dan menghabiskan waktunya seperti anak-anak lainnya. Mereka pun terus berdoa dan tak berhenti berharap ada dermawan dan kalangan medis yang dapat memberikan jalan keluar bagi Rani. HEP
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger