' Bayi 3 Hari Diculik Dewan Sidak RSIA Siti Zachro - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Bayi 3 Hari Diculik Dewan Sidak RSIA Siti Zachro

Bayi 3 Hari Diculik Dewan Sidak RSIA Siti Zachro

Written By dodi on Monday, September 24, 2012 | 7:00 AM

KAB.BEKASI (LJ) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Siti Zachro. Sidak tersebut dilakukan menyusul adanya kasus penculikan bayi berumur tiga hari pada Sabtu (15/9/12) lalu.

Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Bekasi Muhtadi Muntaha mengatakan, hasil sidak tersebut ditemukan kejanggalan RSIA Siti Zachro. Dewan juga mengancam akan mencabut izin dari RSIA Siti Zachro dalam waktu dekat jika hasil penyelidikan kepolisian menyatakan pihak rumah sakit dinyatakan bersalah dalam kasus hilangnya Cello.

Muhtadi menjelaskan, keamanan RSIA Siti Zachro sangat rapuh. Hal itu terlihat jelas bahwa pihak keamanan hanya ada dua orang dengan sistem aplusan bertugas menjaga keamanan selama 24 penuh. Selain itu, diperparah dengan tidak terpasangnya CCTV (closed circuit television, kamera pengintai, red) di lingkungan rumah sakit.

“Banyak temuan dalam inspeksi mendadak ini. Di antaranya gaji dari security (petugas satuan pengaman, red) memang di bawah upah minimum kota (UMK) yang ditetapkan dan penjagaan keamanannya hanya dijaga oleh dua petugas dengan sistem aplus. CCTV pun tidak ada," ujar Muhtadi kepada wartawan saat ditemui di RSIA Siti Zachro, Jalan Sultan Hasanudin, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi kemarin.

Menurut Muhtadi, padahal RSIA Siti Zachro setiap bulannya rata-rata menampung sekitar 70 pasien rawat inap dan ratusan pasien rawat jalan. Sehingga hal itu tidak sebanding dengan jumlah pasien jika dilihat dari sisi keamanannya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Bekasi, Milin Kartono menuding pihak RSIA Siti Zachro hanya ingin mengeruk untung banyak tapi kenyamanan dan hak-hak pasien tidak diindahkan. "Ini menjadi bahan untuk kita tinjau dalam agenda rapat DPRD Kabupaten Bekasi,” katanya.

DPRD Kabupaten Bekasi, dikatakan Milin, akan mendatangi Polres Bekasi untuk mendorong agar pihak Polres Bekasi secepatnya menuntaskan kasus ini, dan menghukum semua orang yang terbukti bersalah.

Dalam hasil sidak yang dilakukan oleh anggota DPRD Kabupaten Bekasi tersebut, pihak RSIA Siti Zachro enggan berkomentar banyak terkait hal ini. Terkait tudingan para anggota dewan tersebut, akan menjadi bahan bagi pihaknya melakukan evaluasi dan perbaikan ke depannya agar tidak terjadi hal serupa.

"Kita sudah meningkatkan keamanan dengan memasang 8 CCTV dan bekerjsama dengan Polres Bekasi untuk melakukan penjagaan. Kalau ada yang kurang, nanti kita lakukan evaluasi kembali," ungkap dr. Nurul Isfiyani Direktur RSIA Siti Zachro.

Terkait penyelidikan dan pengembangan yang hingga kini masih dilakukan kepolisian, kata Nurul, pihaknya telah memberikan data-data yang diperlukan. Termasuk identitas perawat yang dibutuhkan untuk pengembangan kasus tersebut."Kita juga bekerjasama dengan pihak kepolisian. Kita ingin agar kasus ini cepat-cepat terungkap," ungkap dia.

Diketahui sebelumnya, seorang bayi yang baru berumur empat hari hilang dari RSIA Siti Zachro pada Sabtu (15/9) lalu. Buah hati pasangan Jaja Nurdiansyah (20) dan Syfa Maisyatul Khoirot (20) tersebut diduga diculik oleh seorang perempuan yang berpakaian mirip perawat. Untuk mengungkap identitas pelaku penculikan, saat ini polisi telah menyebar sketsa wajah pelaku ke berbagai pelosok. JAS

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger