' Batasi Hortikultura Impor Disperindag Sambut Baik Kebijakan Baru Kemendag - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Batasi Hortikultura Impor Disperindag Sambut Baik Kebijakan Baru Kemendag

Batasi Hortikultura Impor Disperindag Sambut Baik Kebijakan Baru Kemendag

Written By dodi on Tuesday, September 25, 2012 | 7:00 AM


KAB CIREBON (LJ)-Rencana Kementrian Perdagangan (Kemendag) yang akan mengeluarkan kebijakan melalui Permendag (Peraturan Mentri Perdagangan) No 30 Tahun 2012 tentang ketentuan impor produk hortikultura, disambut baik Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Cirebon. Pasalnya, kebijakan baru itu nantinya akan memberikan pembatasan pintu masuk impor buah dan sayuran dari negara luar.

 "Kami harapkan Permendag itu jadi dikeluarkan tahun ini. Sehingga, pembatasan prodak hortikultura dari luar negeri bisa segera diberlakukan," tegas H. Haki, Kepala Disperindag Kabupaten Cirebon kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Menurut dia, banyak sisi positif dibandingkan negatifnya bila Indonesia berani melakukan pembatasan prodak luar tersebut. Selain memproteksi komoditas prodak hortikultura lokal, juga prodak impor yang selama ini dipasok negara luar rentan dengan kesehatan.

 "Sudah terbukti, buah maupun sayur hasil impor walaupun penampilannya cantik atau menarik ternyata mengandung sedikitnya 19 jenis penyakit dan unsur berbahaya lainnya," ujarnya.

Haki menjelaskan, buah atau sayuran dari luar, sebelum dipajang di rak toko buah atau supermarket terlebih dulu mendapatkan perlakuan panjang dari negeri asalnya. Begitu selesai dipanen, buah akan dimasukkan terlebih dulu kedalam gudang agar tidak membusuk, buah dan sayuran tersebut diawetkan dengan menggunakan lapisan sejenis parafin (lilin).

Kadis mengungkapkan, lapisan lilin itu nantinya selain akan menghambat penguapan saat proses pembusukan buah berlangsung, juga bisa membuat penampilan buah menjadi lebih mengkilat dan terlihat lebih segar, sehingga pestisida yang menempel pada buah bisa mengancam kesehatan.

 "Biasanya, diperkebunan buah non organik, penyemprotan pestisida lazim dipergunakan beberapa saat sebelum buah dipetik. Tidak heran, ketika dipetik, pestisida masih menempel dikulit buah," paparnya.

Perlu diwaspadai, lanjutnya, buah impor yang rawan kandungan pestisida yakni, anggur. Fenomena yang terjadi saat ini, produk hortikultura impor tidak hanya membanjiri konsumen di perkotaan, namun hingga ke pedesaaan. Maka, diperlukan kebijakan dan langkah strategis untuk memposisikan produk hortikultura Indonesia.

 "Kalau prodak dalam negeri sudah bagus, pastinya akan mampu bersaing dengan komoditas hortikultura impor yang selama ini hampir merajai disetiap toko, mal dan super market di Indonesia," ungkapnya.

Haki menambahkan, Permendag No 30 Tahun 2012 tentang ketentuan impor produk hortikultura, seharusnya sudah berlaku mulai 15 Juni 2012. Tak tahu kenapa, Kemendag menunda aturan itu dan mulai akan diberlakukan 28 September 2012.

 "Semoga saja aturan yang memperketat masuknya impor buah dan sayuran tersebut bisa segera terealisasi,” tukasnya. LIL



Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger