' Bantuan Dana Hibah Panwas Pilgub di Cianjur Rawan Duplikasi - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Bantuan Dana Hibah Panwas Pilgub di Cianjur Rawan Duplikasi

Bantuan Dana Hibah Panwas Pilgub di Cianjur Rawan Duplikasi

Written By dodi on Friday, September 14, 2012 | 10:00 PM

CIANJUR - Sejumlah kalangan menyoroti soal usulan permohonan bantuan dana hibah sebesar lebih kurang Rp1,1 miliar yang diajukan Panitia Pengawas (Panwas) Pemilihan Gubernur--Pilgub--Jabar 2013 Kabupaten Cianjur kepada Pemkab Cianjur yang dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Kabupaten Cianjur salah satunya, mengkhawatirkan terjadi dugaan duplikasi lantaran anggaran kebutuhan pelaksanaan anggaran Panwas Pilgub Jabar 2013 sudah dialokasikan Pemprov Jabar, sehingga tak perlu lagi ada bantuan dana hibah dari APBD kabupaten.

Ketua KIPP Kabupaten Cianjur Selly Nurdinah mengatakan alasan pihaknya memprotes permohonan usulan bantuan dana itu didasari besarnya anggaran Pilgub Jabar 2013 yang mencapai hampir Rp1,047 triliun. Asumsinya, satu kota/kabupaten di Jawa Barat mendapatkan kucuran dana penyelenggaraan mencapai lebih kurang Rp5 miliar.

KIPP menilai anggaran yang sangat besar ini tentunya sudah diperhitungkan matang-matang. Artinya, tidak perlu ada dana sharing dalam bentuk hibah yang dialokasikan dari APBD dari kota/kabupaten termasuk di Kabupaten Cianjur untuk kebutuhan operasional Panwas Pilgub Jabar Kabupaten Cianjur.

"Padahal secara hitung-hitungan dengan dana yang ada dari Pemprov Jabar, setiap Panwas kecamatan di Cianjur mendapatkan kucuran dana lebih kurang Rp160 juta. Kami khawatir, adanya permohonan pengajuan bantuan ini akan berimbas pada dugaan duplikasi dan pemborosan anggaran yang bisa merugikan negara," tegasnya.

KIPP juga menilai permohonan bantuan dana ini sangat tidak rasional mengingat besarnya dana yang digelontorkan Pemprov Jabar untuk kepentingan Pilgub Jabar 2013. Apalagi dalam lima tahun belakangan ini, APBD Kabupaten Cianjur selalu defisit. Beban APBD Cianjur, tambah KIPP, untuk tahun ini saja begitu berat.

"Misal saja belanja hibah untuk program RT/RW sebesar hampir Rp104 miliar, dana operasional ARWT (Asosiasi Rukum Warga dan Tetangga) sebesar Rp900juta, ditambah biaya urusan wajib seperti biaya pendidikan, kesehatan, maupun infrastruktur. Sekarang dibebani lagi dengan permohonan bantuan hibah sebesar Rp1,1 miliar oleh Panwas Pilgub Jabar Kabupaten Cianjur," ungkapnya.

Pihaknya, kata Selly, khawatir jika permohonan bantuan ini disetujui, Panwas Pilgub Jabar 2013 Kabupaten Cianjur tidak dapat mempertanggungjawabkannya dan tentunya akan menjadi temuan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). Tentunya ini tak selaras dengan program serta gagasan Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh yang mengejar opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

"Karena itulah, KIPP Cianjur dengan menolak tegas akan dikucurkannya dana dari APBD perubahan Kabupaten Cianjur untuk kegiatan Panwas Pilgub Jabar 2013 yang diajukan Panwas Kabupaten Cianjur. Kami juga meminta bupati untuk menolak usulan itu karena akan memengaruhi asas-asas penyelenggaraan Pemilu yang jujur dan efisiensi," imbuhnya.

Sebelumnya diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur sedang mengkaji usulan pengajuan bantuan dana Panitia Pengawas (Panwas) Kabupaten Cianjur pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) 2013. Usulan ini muncul karena dikhawatirkan dana dari Pemprov Jabar tidak akan cukup. RUS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger