' Bantu Masyarakat Miskin Fraksi PAN Minta Pemkab Majalengka Masukan APBD Jamkesda - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Bantu Masyarakat Miskin Fraksi PAN Minta Pemkab Majalengka Masukan APBD Jamkesda

Bantu Masyarakat Miskin Fraksi PAN Minta Pemkab Majalengka Masukan APBD Jamkesda

Written By dodi on Thursday, September 20, 2012 | 12:39 AM

KAB MAJALENGKA (LJ)- Masih banyaknya keluhan dari masyarakat miskin karena tidak mampu berobat akibat kendala biaya, mendapat perhatian kalangan wakil rakyat dari Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) Kabupaten Majalengka. Sehingga, anggota dewan minta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka segera mengalokasikan kembali dana Jamkesda didalam APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah).

Seperti diungkapkan Ketua Fraksi PAN, Tri Ahmad Gunawan saat membacakan pandangan umum fraksinya terhadap perubahan APBD yang menyebutkan, pengalokasian anggaran dana jamkesda kabupaten sangat mendesak karena tidak seluruh masyarakat miskin memiliki kartu Jamkesmas.  "Akibatnya banyak keluarga miskin yang sakit dan terpaksa pasrah pada keadaan akibat tidak mampu membiayai pengobatan dirinya," ungkapnya kemarin.

Menurut Tri, penggunaan dana Jamkesda itu sendiri harus sangat selektif agar peruntukannya benar-benar dinikmati keluarga miskin. Karenanya validasi data keluarga miskin diperlukan.

Sementara, Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Majalengka, Nanan Ginanjar menyebutkan, APBD Kabupaten pada perubahan anggaran tidak akan mengalokasikan kembali dana Jamkesda sehubungan anggaran tersebut telah dialokasikan oleh APBD Provinsi senilai Rp 1 miliar. Dana tersebut dialokasikan dari APBD murni senilai Rp 300 juta yang uangnya telah diserap keluarga miskin sejak triwulan kedua dan APBD perubahan senilai Rp 700 juta.

“Dana Jamkesda yang bersumber dari APBD perubahan pun telah diterima dan uangnya berada di rekening Dinas Kesehatan, kini keluarga miskin yang tidak terakomodir oleh Jamkesmas sudah bisa berobat kembali.” ungkapnya.

APBD Kabupaten, kata Nanan, kini lebih dialokasikan untuk membiayai kegiatan-kegiatan yang belum teralokasikan oleh APBD Provinsi ataupun Pusat. Disamping itu Pemerintah Kabupaten sendiri pada APBD murni pernah mengalokasikan dana Jamkesda senilai Rp 300 juta sama dengan APBD Provinsi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka, Ali Alimudin membenarkan semua pasien Jamkesda sudah bisa dilayani kembali baik yang melakukan pengobatan di Rumah Sakit ataupun menjalani perawatan di Puskesmas.

Namun demikian, menurutnya, tidak seluruh keluarga miskin bisa mendapatkan pelayanan Jamkesda Provinsi karena penggunaan dana Jamkesda Provinsi harus yang sudah terdaftar dalam data base. Sementara kini tidak seluruh keluarga miskin terdaftar di data base.

Ketua Komisi D DPRD Majalengka Nana Surhana menyebutkan, dana jamkesda senilai Rp 700 juta tidak akan mencukupi untuk memberikan pelayanan bagi kelurga miskin selama kurun waktu empat bulanan bila penyakit yang diderita oleh pasien cukup serius dan butuh biaya besar. Makanya butuh biaya yang lebih besar untuk anggaran tersebut.

“Berdasarkan pengalaman dana Rp 600 juta hanya cukup untuk dua bulanan saja, karena banyaknya pasien keluarga miskin yang berobat,” paparnya.

Saat ini menurutnya keluarga miskin yang terekut oleh Jamkesda berdasarkan data yang ada hanya sebanyak 95 ribu peserta dan peserta Jamkesmas mencapai 384 ribu, sementara jumlah keluarga miskin yang belum terakomodir oleh Jamkesmas dan Jamkesda Provinsi masih cukup banyak.(ADE
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger