' Aparat Kelurahan Tinjau Rumah Korban Proyek GOR Pekansari - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Aparat Kelurahan Tinjau Rumah Korban Proyek GOR Pekansari

Aparat Kelurahan Tinjau Rumah Korban Proyek GOR Pekansari

Written By dodi on Thursday, September 27, 2012 | 7:00 AM


KAB BOGOR (LJ)- Keluhan keluarga Sopwan Ali (37), warga Kampung Cikempong RT 06/07, Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor yang kondisinya rumahnya retak-retak diduga akibat getaran dari aktivitas proyek pembangunan GOR (Gelanggang Olahraga) ditinjau pihak kelurahan setempat, Rabu (26/9).

 "Memang tadi ada dari pegawai kelurahan yang datang kesini untuk mengecek kondisi retak rumah kami," aku Lina Arpianti (35), istir Sopwan ali, kepada LINGKAR JABAR dihubungi, kemarin.

Ia mengatakan, semua ruangan yang kondisinya retak dicek satu persatu staf kelurahan tersebut. Bahkan, usai melakukan peninjauan dan mengambil gambar keretakan dinding rumah, pihak kelurahan berjanji akan melaporkan hal ini kepada perusahaan pelaksana proyek.  "Waktu mengecek dan mengambil gambar sih, kata staf kelurahan akan disampaikan kepihak pelaksana pembangunan. Tapi, tidak tahu benar atau enggaknya," papar Lina.

Namun, lanjut ibu dari dua anak itu, pihaknya sekeluarga berharap kejadian yang menimpa rumahnya itu ada perhatian dari pemerintah maupun pelaksana proyek. Sehingga, rumahnya yang retak bisa diperbaiki kembali. "Kami tak mengharap lebih, hanya saja minta tolong kepada pihak terkait untuk memperhatikan kondisi rumah kami sekarang. Karena, sebelum adanya pengerjaan pembangunan GOR, rumah kami tidak seperti saat ini," ujar Lina.

Sementara, Lurah Pakansari Kecamatan Cibinong, Ansari saat dihubungi tidak mau menjawab. Namun sebelumnya, Ansari mengakui jika sebelumnya warga dari RW lain sudah mendapatkan perhatian berupa bantuan santunan dana dari pihak pelaksana proyek terkait adanya permasalahan yang sama. Sehingga, kondisinya kembali aman dan tak ada komplain lagi dari warga.

saat konfirmasi kepada pihak PT PP, di lokasi pembangunan proyek yang menalan biaya sekitar Rp. 282.282.390.000, yang bersumber dana dari APBN, APBD Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Bogor tahun anggaran 2011, 2012 dan 2013 itu, pihak direksi perusahaan BUMN tersebut tidak bersedia ditemui.  "Maaf mas, kata direksi perusahaan ini tidak mau ditemui," kata Okky, salah seorang security proyek.

Selain itu, sambung Okky, untuk persoalan keluhan warga itu pihak direksi PT PP menyarankan agar mengkonfirmasikan ke Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor. "Kalau masalah seperti itu, direksi bilang langsung saja tanyakan kepada Dispora. Karena disini hanya sebagai pelaksana proyek saja," jelasnya.

Seperti berita sebelumnya, terjadinya keretakan disetiap dinding rumah milik Sopwan itu, diduga saat dilakukannya pemasangan tiang pancang. Pasalnya, jarak antara rumahnya dengan lokasi aktivitas proyek hanya sekitar 100-an meter.
 "Getarannya sangat terasa sekali, baik siang ataupun malam. Sebab, tiang pancang pembangunan GOR itu besar dan harus mengunakan alat berat yang mampu menancapkan sedalam-dalamnya," jelas Sopwan.

Sopwan menjelaskan, dirinya menuding proyek GOR penyebab keretakan semua ruangan rumahnya bukan tanpa dasar. Sebab, sebelum ada aktivitas pemasangan tiang pancang kondisi rumahnya tidak apa-apa. "Selama tiga bulan, getaran pemasangan tiang yang dilakukan PT PP selaku pelaksana proyek sangat terasa, tapi kami baru mengetahui rumah retak sekitar dua minggu lalu," tukasnya. DED



Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger