' Alasan Harus Ada Penambahan Jam Program Bupati Purwakarta Belum Diterapkan Sekolah - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Alasan Harus Ada Penambahan Jam Program Bupati Purwakarta Belum Diterapkan Sekolah

Alasan Harus Ada Penambahan Jam Program Bupati Purwakarta Belum Diterapkan Sekolah

Written By dodi on Wednesday, September 19, 2012 | 8:00 AM


KAB PURWAKARTA (LJ).- Program belajar lima hari dalam satu pekannya atau pendidikan karakter yang digulirkan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, untuk siswa sekolah dasar (SD) tahun ajaran 2012 – 2013 ternyata masih belum diterapkan di setiap sekolah. Pasalnya, harus ada penambahan jam pelajaran jika lima hari sekolah mulai diterapkan.

“Dengan adanya dua hari libur sekolah yakni Sabtu dan Minggu, perlu ada rapat dengan para orang tua. Sebab ada penambahan jam pelajaran,” kata Agus Purwandi, Kepala SDN Pasir Munjul, Desa Pasir Munjul Kecamatan Sukatani Kabupaten Purwakarta, Selasa (18/9), terkait perubahan jadwal masuk sekolah dari enam menjadi lima hari.

Ia mengatakan, imbauan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) dari enam hari menjadi lima hari masih belum bisa diterapkan, terlebih bagi sekolah terpencil seperti SDN 2 Pasir Munjul. Sistem pendidikan berkarakter ini, baru akan diterapkan pekan depan setelah pihak sekolah mengadakan rapat dengan orang tua siswa.

 "Ya paling lambat pekan depan itu kita sudah laksanakan program pendidikan karakter tersebut," ujarnya.

Perubahan pola belajar tersebut, sambung Agus, tentunya akan berdampak pada kepulangan para siswa yang biasanya sekitar pukul 12.00 ada kemungkin menjadi pukul 14.00 Wib, karena ada perubahan jadwal mata pelajaran. Dan biasanya, pada waktu-waktu tersebut, banyak siswa yang melanjutkan sekolahnya di Madrasah Ibtidaiyah (MI) untuk belajar agama.

Adanya perubahan jam sekolah ini, lanjut dia, pihak sekolah harus berkoordinasi pula dengan pihak MI selain rapat dengan orang tua siswa. Sebab kalau sampai sekolah agama terganggu, kasihan anak-anak yang harus punya ijazah MI sebagai persyaratan untuk bisa melanjutkan sekolahnya ke jenjang SLTP.

 Kita akan cari solusinya seperti apa. Karena hampir semua siswa disini setelah pulang sekolah dasar, siangnya dilanjutkan sekolah agama atau MI," paparnya.

Menyoal seragam sekolah SD yang harus ditambah baju kampret (hitam-hitam) untuk siswa laki-laki dan baju kebaya untuk siswa perempuan, Agus mengatakan bahwa sekolahnya masih belum bisa merealisasikannya. selain baru sampai imbauan karena disesuaikan dengan pendidikan karakter, juga karena katerbatasan kemampuan.

Seperti diketahui, Pemkab Purwakarta bertekad merubah waktu belajar siswa sekolah dasar dari enam hari menjadi lima hari, dan penerapan pendidikan karakter yang mengedepankan nilai-nilai tradisi local dan modern secara beriringan. Bahkan bupati Dedi Mulyadi juga memberikan rumusan, agar setiap hari sekolah diberikan tema.

Diantaranya, hari senin dijadikan hari kebangsaan. Selasa hari perubahan dan ekpresi, Rabu hari kebudayaan, Kamis hari keindahan atau hari estetika dan Jumat hari kemuliaan. Dimana didalamnya diajarkan pelajaran agama Islam. Sementara Sabtu dan Minggu, hari keluarga dan kegiatan belajar dipusatkan di rumah bersama keluarga. YAS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger